Situ Pangarengan Dilakukan Normalisasi Oleh Bismada Depok

Situ Pangarengan Dilakukan Normalisasi Oleh Bismada Depok

HarianDepok.com – Berita, Beberapa hari yang lalu telah dilakukan normalisasi situ pangarengan yang terletak di jalan juanda, kota depok. Normalisasi situ ini dilakukan dengan cara pengerukan yang sudah dimulai sejak hari kamis yang lalu. Pengerukan ini diharapkan dapat mengurangi limpahan air ke kali laya yang saat ini kondisi tanggulnya sangat rawan jebol. Hal itu yang diungkapkan oleh Yulistiani mochtar selaku kepala dinas bina marga sumber daya air (Bimasda) kota depok pada hari jumat (28/11/2014).

Dirinya juga menambahkan proses pengerukan situ pangarengan menggunakan eskavator amphibi yang diharapkan bisa sedikit mengurangi kemungkinan jebolnya tanggul kali laya yang dapat mengancam empat perumahan di kawasan cimanggis, depok. “Dengan melakukan normalisasi situ pangarengan diharapkan volume air yang mengalir ke kali laya yang menuju ke saluran sekunder ciliwung lumayan berkurang. Sehingga kemungkinan jebolnya tanggul kali laya dapat berkurang,” ungkap Yulistiani.

Yulistiani memperkirakan efek dari normalisasi situ pangarengan sudah dapat dirasakan dalam pengerjaan pengerukan selama 30 hari ke depan. Nantinya tangkaran air di situ pangarengan bisa mulai maksimal, dimana situ pangarengan dapat menampung kurang lebih 320.000 kubik volume air. Dengan  begitu volume air yang menuju ke sungai ciliwung juga bisa sedikit di minimalisir. Selain itu juga akan mengurangi banjir di daerah Jakarta, melihat saat ini curah hujan yang turun cukup sangat besar.

“Efek dari normalisasi situ pangarengan ini juga dapat dirasakan kurang lebih selama 30 hari kedepan. Salah satu dampak yang dapat dirasakan adalah tangkapan air di situ pangarengan mulai bisa menampung maksimal dimana bisa menampung volume air sebanyak 320.000 kubik volume air perharinya,” tutupnya. Dengan semakin banyak volume air yang dapat ditampung, membuat semakin sedikit kemungkinan air akan meluap ke luar situ dan menggenangi perumahan di sekitarnya.

[MuhammadKhotib / HD]

Tags: