JJ Rizal : Kota Depok Dikenal Sebagai Kota Slogan “City Branding”

LOGO KOTA DEPOK

HarianDepok.com – Berita – Depok, Selama ini jika Kita mendengar nama sebuah Kota atau Wilayah tertentu di Indonesia, tentu akan muncul sebuah slogan atau ciri khas. Sebut saja Bogor Kota Hujan, Yogyakarta Kota Pelajar, atau bahkan jika mendengar nama Palembang maka yang terbersit dalam pikiran Kita adalah Empek-empek.

Hal tersebut dikenal dengan city branding atau slogan. Dan City Branding mampu menjadi daya tarik serta khasanah kebudayaan lokal suatu daerah. Lalu, bagaimana dengan Kota Depok?!

Kamis malam (27/11/2014), sejumlah warga Depok berdiskusi di Kafe Daramina, Jl. Margonda Raya Depok untuk membahas tentang City Branding yang sesuai dan tepat disematkan untuk Kota Depok. Acara diskusi ini diprakarsai oleh #KamisLiterasi @Nyonya Buku dengan tema “Depok itu kota…?

Sejarawan JJ Rizal yang diundang menjadi pembicara dalam diskusi tersebut mengatakan Depok itu kota yang sangat menarik karena memiliki banyak identitas. Jika dilihat dari sejarahnya Wilayah Depok merupakan Kota Bandan dan Kota Penyangga (Ibu Kota).

“Hal yang menarik lainnya adalah mentality Depok itu sebagai kota multikultur, multi etnik,” ucap Rizal.

Namun saat ini, menurutnya identitas Depok belum dirayakan atau diresmikan, artinya belum ada kesepahaman bersama dari warga yang tinggal di Depok tentang City Branding. Menurutnya, bagi warga yang ingin memberikan slogan untuk wilayah Depok harusnya bersama-sama menemukan identitas Kota Depok, caranya bisa dengan menelusuri dan memahami arti nama Depok itu sendiri.

“Banyak tempat yang memiliki nama Depok dan itu identik dengan ruang untuk merenung, berpikir. Jadi nama Depok secara artinya bisa dikatakan berpikir atau merenung,” ujar Rizal.

Selain dari nama Depok yang mempunyai arti merenung. Hal ini juga bisa menguatkan Depok menjadi kota perenungan atau kota tempat orang-orang berpikir yaitu ditandai dengan dipindahkannya Universitas Indonesia dari Jakarta ke Depok.

“Universitas besar yang membawa nama Indonesia adanya di Depok, jadi sesuai dengan namanya kota perenungan untuk tempat orang berpikir,” katanya.

Selain itu, identitas yang lain bagi Depok menurut Rizal adalah kota biru. Telah kita ketahui bahwa di Wilayah Depok memiliki banyak situ atau danau yakni sekitar 31 situ. Namun sayangnya, saat ini hanya tersisa 24 situ. Sisanya hilang mengalami penyusutan ruang dan pencemaran. Rizal juga menambahkan bahwa identitas Kota Hutan atau Kota Hijau juga layak untuk diberikan kepada Depok, hal ini terlihat dari lahan hijau yang cukup luas di Wilayah ini.

Namun, menurutnya hal ini cukup disayangkan karena belum adanya perayaan atau moment untuk memperkenalkan City Branding ini.

“Identitas ini nggak akan jadi identitas Depok kalau enggak dirayakan,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, konsultan City Branding M Rahmat Yananda mengatakan fungsi Depok adalah sebagai tempat tinggal, oleh karena itu Depok memiliki layanan fungsi seperti rumah sakit dan sekolah.

“Fungsi utama Depok sebagai Pemukiman, dengan fungsi ekonomi jasa dan perdagangan,” ucap Rahmat.

menurutnya, apa identitas Depok yg mau ditonjolkan ke publik haruslah jelas. Ada 3 cara untuk mengetahui hal tersebut. Pertama adalah warga atau orangnya, yang kedua adalah produk khas yang mengasosiasikan Depok. Yang ketiga adalah turisme, jadi semua orang akan ingat dari 3 hal yang bisa dikenang dari kota Depok.

“Sebelum sampai pada brand image harus ada brand identity dan brand positioning,” tambahnya. Jika brand identity dan brand positioning sudah ada dan warga Depok bersama-sama sepakat, maka akan mudah menemukan brand image yang akan diingat warga dan para pendatang maupun orang yang hanya sekedar melintasi Wilayah Depok.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: