Ketua DPD PKS Kota Depok Menyarankan Kadernya Untuk Berkunjung ke MUI

Ketua DPD PKS Kota Depok Menyarankan Kadernya Untuk Berkunjung ke MUI

HarianDepok.com – Berita , Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan salah satu partai yang berhaluan Islam dan dimotori oleh para aktivis dakwah. Kehadiran mereka menjadi oase tersendiri bagi kalangan muslim perkotaan dan kalangan anak muda. Maka, partai ini diharapkan bisa selalu dekat dengan ulama yang akan memberikan arahan, agar para kader dan simpatisan tidak melenceng dari haluan partai.

Hal ini, seperti yang diungkapkan oleh Suparyono yang merupakan Ketua DPD PKS Kota Depok. Ia memberi saran kepada para kadernya agar sering berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meminta nasihat keagamaan. Nampaknya, hal ini untuk mengukuhkan jati dirinya sebagai partai dakwah, sekaligus untuk memberi pencerahan kepada para kadernya agar tetap berjalan sesuai garis partai dan tidak terjebak dalam arus dinamika politik yang selalu berubah. Nasihat dari para ulama penting agar menjadi rem, saat para kader masuk kedalam ranah politik yang sering diungkapkan sebagai daerah abu-abu.

Suparyono juga mengingatkan kepada para kader PKS serta memberi informasi kepada tokoh dan simpatisan tentang makna kehadiran PKS di Indonesia yang berangkat dari dua sector sudut pandang, yaitu sector orang dan system.

Sebagaimana pernyataan Suparyono pada Minggu (22/11/2014), Ia mengatakan “ orang tidak bisa diselesaikan lewat pendekatan politik tapi harus dilakukan lewat pendekatan dakwah, sedang system tidak bisa dilakukan lewat pendekatan dakwah, tapi lewat pendekatan politik“.

Ibarat dua pasang mata pisau, kedua kutup ini berkembang menjadi nilai kepemimpinan, rakyat dan sector. Hal inilah yang harus terus dipahami oleh para kader, untuk kemudian bisa dipahamkan kepada para tokoh dan simpatisan.

Berangkat dari inilah, Suparyono menandaskan lebih lanjut, bahwa pemimpin menjadi sebuah pijakan yang strategis, karena menurutnya manusia ataupun rakyat bergantung kepada pemimpinnya.

“ Menghadirkan pemimpin bukan sesuatu yang penting, tapi sesuatu yang urgen dan mendesak. Tapi juga dilakukan tidak terburu-buru. Karena terburu-buru merupakan perilaku syeitan. Terburu-buru boleh dilakukan untuk berobat, membayar hutang, menikahkan anak gadis, menguburkan jenazah cepat-cepat. Hal inilah yang akan kita perbaiki kedepan.“ tegas Suparyono.

Lebih lanjut, suparyono mempertegas “ Kehebatan pemimpin akan percuma jika rakyatnya tidak hebat. Maka dari itu dibutuhkan system, kebijakan dan regulasi yang juga baik. Karena jika berkata system maka kita tidak bisa meninggalkan politik“.

[IrmaWulandari/HD]

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer