Kenaikan BBM Membuat Aktivis Sosial Masyarakat Kota Depok Gerah

Ketua LSM depok - Kasno

HarianDepok.com – Berita , Keputusan Pemerintah pusat menaikkan harga bahan bakar minyak BBM dinilai langkah yang kontroversial. Mereka mengkritisi lebih lanjut tentang langkah pemerintah yang dinilai tidak tepat. Muncul berbagai spekulasi beragam dikalangan para aktivis social kemasyarakatan, bahkan kebijakan ini dinilai aneh oleh LSM KAPOK yang berdomisili di Depok.

Ketua LSM KAPOK, Kasno mencium aroma keanehan pada langkah yang diambil Presiden Jokowi ini. Pada Jum`at (21/11/2014) Kasno mengungkapkan “ menurut saya keputusan Pemerintah Jokowi menaikkan BBM ini aneh dan patut disayangkan, karena sama-sama kita ketahui saat ini harga BBM dunia sedang turun“.

Dalih Pemerintah yang mencabut subsidi BBM dan konsekuensinya adalah kenaikan harga BBM untuk kemudian dialihkan kepada kesejahteraan masyarakat kelas bawah perlu dikritisi. Kasno menyatakan, perlunya Pemerintah memberikan penjelasan yang rasional mengenai pencabutan subsidi yang diklaim pemerintah mau disalurkan kepada program atau obyek yang tepat sasaran dan dapat dinikmati langsung masyarakat lapisan bawah.

“ Program pengalihan subsidi ke tingkat bawah dalam realisasinya sulit diawasi supaya benar-benar tepat sasaran“ tegas Kasno.

Hal ini menurut Kasno karena tidak semua aparat pemerintah dan pejabat Negara memiliki kepekaan social untuk mensejahterakan rakyat. Menurutnya, malah terkadang dijumpai oknum penyelenggara Negara dan kalangan tertentu yang seperti memancing di air keruh. Memanfaatkan situasi atau kebijakan untuk kepentingan mereka sendiri, yang akhirnya lagi-lagi masyarakat kecil yang menjadi korbannya.

“ Apalagi ada oknum-oknum yang kadang memanfaatkan situasi dilevel kota atau kabupaten, sehingga masyarakat kecil yang akan tetap dirugikan“ tegas Kasno lebih lanjut.

Kasno mengharapkan ada upaya yang serius dari Pemerintah untuk menjalankan kebijakan yang diambil. Perlunya pemerintah melibatkan berbagai stakeholder pemerintah dan masyarakat serta menggandeng LSM untuk mengawal program pengalihan subsidi ini. Lagi-lagi menurutnya agar program ini benar-benar tepat sasaran.

Hal ini disampaikan Kasno saat menutup perbincangan “ libatkanlah Stakeholder khususnya aktivis LSM, tokoh-tokoh masyarakat, untuk dilibatkan melakukan pengawasan kebijakan pemerintah pusat, karena tenaga pemerintah untuk mengawasi realisasi program tersebut sangat terbatas“.

Foto : RadarOnline.co.id

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: