Saudi Bangun Pusat Islam Di Kabul Senilai 100 Juta Dollar As

Saudi Bangun Pusat Islam Di Kabul Senilai 100 Juta Dollar As

HarianDepok.com – Berita – Internasional , Pemerintah Arab Saudi menunjukkan komitmennya untuk mendirikan pusat studi Islam di Afghanistan. Keseriusan ini ditunjukkan dengan telah dilakukannya penandatanganan antar pemerintah Saudi Arabia dengan Pemerintah Afghanistan. Pusat studi Islam ini direncanakan dibangun di Kabul yang merupakan Ibukota Negara Afghanistan.

Pusat Studi Islam yang direncanakan akan mencakup bukan hanya pada masalah pengkajian agama Islam saja. Namun disitu juga akan dilengkapi dengan keberadaan asrama yang akan mampu menampung ribuan murid yang belajar disitu.

Komitmen penyelenggaraan pengkajian agama Islam sendiri bukan hanya bertumpu pada aspek pengembangan intelektual belaka. Guna menunjang segala sesuatunya selama proses belajar berjalan baik, maka pada pusat studi tersebut juga akan dibangun sebuah rumah sakit. Hal ini, sebagai sebuah keseriusan, bahwa orang-orang yang belajar disitu nantinya juga akan terpikirkan dengan baik mengenai kesehatan mereka.

Konsentrasi utama pusat pengkajian agama Islam ini sendiri difokuskan pada kajian Al Qur`an dengan segala ilmu turunannya. Disamping itu juga akan dikonsentrasikan pada pembelajaran bahasa Arab secara mendalam sebagai bagian tak terpisahkan untuk memahami kajian Al Qur`an.

Pemerintah Afghanistan menyambut dengan baik kerjasama ini. Guna menunjang hubungan kerjasama yang berkelanjutan, pemerintah Afghanistan telah menyediakan lahan seluas 30 hektar untuk lokasi pembangunan pusat studi Islam ini. Proses pengerjaan dari komplek pusat studi Islam tersebut direncanakan dapat terselesaikan pada tahun 2016.

Pemerintah Arab Saudi akan memberikan sumbangan dana yang tidak sedikit untuk pembangunan pusat studi Islam di Kabul, Afghanistan tersebut. Dalam masterplan pembangunan, diperkirakan akan menelan anggaran sebesar 100 juta dollar AS. Dana sebesar itu menjadi tanggungjawab dari pemerintah Arab Saudi.

Kepada The Guardian, salah satu media Inggris, Dr Dayi al-Haq Abed dari kementerian haji dan agama Islam Saudi, mengatakan “ pusat Islam ini memiliki beberapa tujuan, salah satunya memastikan hubungan antara Saudi dan Afghanistan“.

Saudi Arabia sendiri merupakan salah satu Negara yang mengakui keabsahan kekuasaan Taliban atas Negara Afghanistan, saat kelompok tersebut berkuasa pada tahun 1996-2001.

Saat ini, pemerintah Afghanistan sedang berada pada masa transisi. Dengan berlakunya kerjasama ini, sejumlah kalangan melakukan analisa, kalau pemerintah Arab Saudi ingin meningkatkan pengaruhnya lebih jauh di Afghanistan.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok