Dewan Pers : RCTI Langgar Kode Etik Jurnalistik

Dewan Pers : RCTI Langgar Kode Etik Jurnalistik

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Eskalasi perpolitikan tanah air pada Pemilu Presiden 2014 ini benar-benar menguras energy. Mengingat calon yang berkompetisi untuk merebut simpati rakyat hanya dua pasang kandidat.

Persaingat begitu tampak kentara, mengingat dua pasang kandidat saat itu didukung oleh media elektronik yang sama-sama kuat. Pemberitaan yang ada saat itu menunjukkan ketidak berimbangan informasi, dari stasiun televisi yang mendukung salah satu calon.

Begitu intens nya pemberitaan yang ada dan cenderung diulang-ulang, mengakibatkan sumber pemberitaan cenderung membosankan. Terkesan, pemberitaan yang ada cenderung menjadi upaya untuk menjatuhkan kandidat yang berseberangan.

Keteledoran ini rupanya dilakukan oleh Stasiun Televisi RCTI. Televisi yang bernaung dalam MNC Group milik Hary Tanoesoedibjo, secara politik  tentunya akan mendukung pasangan Prabowo Subiyanto-Hatta Rajasa, dimana sang pemilik televisi menjadi tim sukses pasangan tersebut.

Pada tayangan Seputar Indonesia Sore yang tayang pada 11 Juni 2014, Seputar Indonesia Malam 11 Juni 2014, dan Seputar Indonesia Pagi 12 Juni 2014, membuat pemberitaan tentang adanya “Dugaan Pembocoran Materi debat Capres“. Isi pemberitaan tersebut, RCTI mengatakan adanya pembocoran materi debat yang menguntungkan pasangan capres-cawapres Joko “Jokowi“ Widodo dan Jusuf Kalla.

Pemberitaan yang kurang akurat tersebut memunculkan pengaduan ke pada Dewan Pers oleh warga masyarakat bernama Dandhy D Laksono serta Raymond Arian Rondonuwu yang merupakan karyawan RCTI pada tanggal 16 Juli 2014. Dewan Pers memanggil kedua orang tersebut selaku pelapor dan pihak RCTI selaku terlapor pada 5 September 2014 untuk dimintai penjelasan dan klarifikasi.

Setelah diadakan analisa permasalahan dan pembahasan di Dewan Pers, akhirnya pihak RCTI dinyatakan telah melanggar Kode Etik Jurnalistik  Pasal 1 dan Pasal 3.

Surat Putusan Dewan Pers No 27/PPD-DP/XI/2014 yang ditandatangani Bagir Manan selaku Ketua Dewan Pers pada Jum`at, 21 November 2014 tersebut berbunyi “ konfirmasi yang sudah dilakukan oleh teradu (RCTI) kepada Komisioner KPU dan Tim Sukses Jokowi-JK tidak dapat menutupi lemahnya sumber informasi atau data yang dapat menjadi landasan teradu dalam memberitakan isu bocornya materi debat capres“.

Bagir Manan dalam putusannya menyatakan “ penayangan berulamng-ulang berita yang tidak jelas sumbernya tidak sesuai dengan prinsip jurnalistik yang mengedepankan akurasi, independensi, dan tidak beritikad buruk“.

Atas persoalan tersebut, Dewan Pers merekondasikan kepada RCTI untuk mewawancarai Komisioner KPU Pusat selaku principal, serta menyiarkannya sebagai hak cipta. Hasil penilaian dan rekomendasi dari Dewan Pers juga diminta untuk disiarkan. Terakhir, RCTI juga harus melakukan permintaan maaf kepada public.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: