Nur Mahmudi Ismail : Menghimbau Agar Pelaku Usaha Menaikkan Harga Yang Wajar

Nur Mahmudi Ismail

HarianDepok.com – Berita , Kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM) tentu berimbas pada semua sector kehidupan. Hal ini sebuah kewajaran, mengingat BBM menjadi salah satu pilar roda perekonomian nasional. Semua lapisan masyarakat juga mengalami dampak akibat kebijakan pemerintah pusat ini. Hanya, seberapa besar dampaknya ke masing-masing orang itu yang berbeda.

Perubahan yang sangat drastis dirasakan adalah pada sector perdagangan. Dimana, sekarang sedang terjadi penyesuaian harga besar-besaran dari para pelaku perdagangan. Namun, ini bukan berhenti pada satu pihak saja, karena siklus perdagangan merupakan mata rantai yang ujungnya berpangkal pada pelaku usaha besar dan ketemu juga pada pelaku usaha mikro.

Mencermati keadaan ini, Pemerintah Kota Depok, yang merupakan salah satu kota transit yang sirkulasi perekonomiannya bergantung pada sector jasa menghimbau agar masyarakat tidak panik menghadapi kenaikan harga BBM. Memang kenaikan BBM pasti akan mempengaruhi kenaikan harga sejumlah barang.

Namun, Nur Mahmudi Ismail, selaku Walikota Depok, menghimbau agar pelaku usaha menaikkan harga yang wajar. Kepanikan masyarakat atas situasi ini, bisa dimanfaatkan salah satu pihak untuk mengeruk keuntungan. Ketika ditanya para wartawan pada Jum`at (21/11/2014) tentang sikap Pemerintah kota Depok berkaitan dengan kenaikan BBM ini, Nur Mahmudi menyatakan “ maka diminta kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) jangan menaikkan harga produk seenaknya“.

Pemerintah Kota Depok sendiri senantiasa berusaha menyiapkan agar warga masyarakat menjadi cerdas dan mampu beradaptasi terhadap berbagai tuntutan globalisasi. Program wirausaha menjadi salah satu unggulan pemerintah Kota Depok, guna menyiapkan masyarakat yang terampil, kreatif dan mempunyai daya tahan kuat terhadap laju perkembangan jaman.

Nur Mahmudi menuturkan “ maka kita tertantang untuk selalu meningkatkan kapasitas baik dari segi pendidikan, kewirausahaan dan jiwa wirausaha“.

Kapasitas pendidikan memang menjadi salah satu elemen penting untuk mempersiapkan masyarakat yang tanggap akan situasi. Terlebih dikombinasikan dengan kepemilikan jiwa wirausaha yang selalu siap dengan berbagai problem dan pasang surut keadaan. Konsentrasi akan hal ini menjadi prioritas program, mengingat banyaknya para pelaku usaha yang masih sekedar menjalani rutinitas untuk menyambung hidup atau karena keterpaksaan, sehingga ketika diterpa keadaan seperti saat ini mudah panik dan berpikir sepihak, misal dengan aksi menaikkan harga yang tanpa perhitungan yang matang.

Nur Mahmudi menegaskan lagi, bahwa penyesuaian harga sebagai dampak kenaikan BBM itu wajar, namun pelaku UMKM harus mengukur pula penyerapan dan kemampuan daya beli masyarakat. Jangan malah terjadi, harga dinaikkan tetapi omzet penjualan mereka semakin menurun.

“ Harga BBM naik pasti ada adjustment, pasti seluruh bahan baku naik, makanan minuman naik 5 persen, feysen juga, paling penting saat ini mereka harus baca daya beli masyarakat seberapa mampu. Tak boleh semena-mena seenaknya naikkan harga, apalagi sebesar kenaikan haga BBM“ imbuh Walikota Depok ini.

Menutup perbincangannya dengan awak media, Nur Mahmudi menyampaikan bahwa UMKM di Depok menyumbang 15 persen dari PDRB dan trendnya selalu naik. “pertama banyak migrasi membuat Depok juga tumbuh dan menjadi wilayah yang dikunjungi masyarakat luar Depok, Paling favorit yaitu feysen, kuliner, kerajinan, dan pertunjukkan“ tegasnya.

Foto : Republika.co.id

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)