Sutiyoso : Tentara Cemburu Karena Banyak “Nganggur”

Sutiyoso: Tentara Cemburu Karena Banyak ``Nganggur``

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Bentrokan kembali mencuat antara oknum aparat TNI dengan oknum Polisi. Seperti diberitakan, telah terjadi bentrokan pada Rabu 19 November 2014 sampai Kamis dini hari antara anggota Batalyon Infanteri 134 /Tuah Sakti dan anggota Brimob Polda Kepulauan Riau.

Insiden tersebut sebagai rentetan ketidakpuasan atas penanganan kasus bentrokan pada September lalu. Insiden rabu kemarin dipicu saling pandang dan cekcok antara prajurit TNI dengan Polisi. Rupanya kejadian ini tidak selesai saat itu juga dan membawa pada kebanggaan pada Korps. Kasus cekcok oknum tersebut berlanjut ke peristiwa penyerangan oleh prajurit TNI ke Markas Brimob Polda Kepulauan Riau. Kasus tersebut ibarat api dalam sekam, Nampak reda dipermukaan, namun terjadi gejolak di dalamnya. Akhirnya insiden tersebut berulang kembali pada Rabu (19/11/2014) kemarin.

Pada peristiwa baku tembak antara kedua kesatuan tersebut membawa korban jiwa. Diketahui, seorang anggota TNI bernama JK Marpaung yang merupakan prajurit kepala di Yonif 134/Tuah Sakti tewas tertembak. Insiden ini juga melukai warga sipil bernama Kamdani yang terkena tembakan pada paha kanan.

Sementara di Binjai, sumatera Utara seorang anggota polisi dari kesatuan Gegana Kompi A Brimob Medan yang bernama Brigadir Beni Sihombing juga tewas akibat insiden antar aparat. Pada kamis malam (20/11/2014) saat duduk disebuah warung tuak, tiba-tiba ditikam hingga tewas oleh seorang oknum anggota TNI dengan latar belakang masalah pribadi. Kebenaran tentang pelaku pembunuhan di Binjai  tersebut sebagai anggota TNI diakui oleh pihak Mabes TNI.

Berbagai peristiwa bentrokan antara oknum aparat TNI dengan Polri akhir-akhir ini membuat Letjen TNI (Purn) Sutiyoso angkat bicara. Ia menilai, bentrokan yang sering terjadi tersebut diakibatkan adanya kecemburuan social tentang peran tugas TNI dengan Polisi. Jadi bukan terletak pada masalah kesejahteraan dan pendapatan, namun lebih kepada tugas yang diemban kedua institusi tersebut.

Pada Kamis malam (20/11/2014) di Gedung DPR, Seanayan,Jakarta, Sutiyoso berpendapat “ banyak peran yang bisa diberikan karena polisi jumlahnya juga kurang. Artinya, jumlah polisi dan rakyatnya tidak berimbang. Konsekuensinya, penugasan dia (polisi) sangat padat, sementara di sana (tentara) kan banyak yang nganggur. Suruh latihan baris-berbaris, lari, lama-lama bosan“.

Sutiyoso memberikan perbandingan kondisi saat ini dengan jamannya dulu “ kalau saya dulu kan kenyang tugas. Di Timor Timur saya terlibat. Di Aceh, Papua…kalau tentara sekarang itu banyak nganggur-nya. Mereka harus diberikan peran. Menurut Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, TNI tidak harus diterjunkan dalam perang sungguhan, personel TNI bisa saja diterjunkan untuk berbagai aktivitas social, seperti membantu korban bencana.

[NandaRiskiawan/HD]

Tags:
author

Author: 

Internet Marketers & Penulis Konten