Mendagri Akan Bangun Perumahan Murah Untuk PNS Di Indonesia

Mendagri Akan Bangun Perumahan Murah Untuk PNS Di Indonesia

HarianDepok.com – Properti , Tjahjo Kumolo sebagai menteri dalam negeri mengungkapkan bahwa dia ingin seluruh pegawai negeri sipil (PNS) untuk dapat memiliki rumah pribadi dalam waktu dekat ini. Tjahjo belum lama ini menemukan ada banyak PNS yang sudah bekerja 20 tahun dan belum mempunyai rumah, tetapi mereka masih mengontrak. Hal ini juga diungkapkan oleh Agung Mulyana selaku Direktorat jenderal pemerintahan umum kementerian dalam negeri saat beliau mengisi acara rapat kerja nasional real estate Indonesia (REI) pada hari rabu (19/11/2014) yang dilaksanakan di hotel Borobudur di jakarta pusat.

“PNS kok nggak punya rumah? Sudah kerja selama 20 tahun masak belum punya rumah” ungkap agung menirukan kata-kata daro Tjahjo kumolo. Agung mengatakan saat ini kemendagri sedang mengupayakan untuk menyediakan fasilitas rumah bagi para pegawai negeri sipil (PNS). Untuk tahap awal, kemendagri menyiapakan rumah bagi PNS yang akan tersebar di sekitar 7000 kecamatan di seluruh Indonesia. Agung juga menambahkan dengan memberi rumah kepada para PNS sama saja seperti mengurangi angka backlog atau kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan rumah di Indonesia.

“Ternyata penyumbang terbesar dari Backlog itu adalah PNS. Di Indonesia jumlah Pegawai negeri sipil sudah mencapai 4 juta orang” jelas agung. Salah satu penyebab angka backlog tinggi di Indonesia antara lain karena izin yang harus diurus untuk membangun sebuah rumah terlalu banyak dan rumit. Paling tidak ada 28 perizinan yang harus di urus untuk membangun sebuah rumah. Selain itu juga masalah tanah menjadi penyebab mengapa backlog sangat tinggi di Indonesia, terutama di kalangan pegawai negeri sipil.

“Ongkos yang paling besar itu masalah tanah. Bisa kita bantu dengan cara menggunakan asset dari pemerintah daerah. Kita akan atur dengan baik masalah mekanismenya” tambah agung. Selain itu juga masalah fasilitas. Sebuah perumahan akan berkembang jika di sekitarnya terdapat fasilitas pendukung seperti pasar atau puskesmas. Untuk masalah pengadaanya pemerintah dapat bekerjasama dengan para pengembang. Anggaran untuk pembangunan perumahan, pasar dan juga pusksemas sudah ada tinggal dibuat oleh pengembang saja.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: