Indonesia Bebaskan Visa Wisatawan Dari Negara Jepang Dan Tiongkok Mulai Desember

Indonesia Bebaskan Visa Wisatawan Dari Negara Jepang Dan Tiongkok Mulai Desember

HarianDepk.com – Berita – Nasional , Pembebasan Visa masuk ke Indonesia untuk jepang dan tiongkok rencananya akan mulai diberlakukan pada bulan desember 2014 yang akan datang. Hal inilah yang disampaikan oleh menteri pariwisata, Arief Yahya. “Dari lima negara yang akan dibebaskan visanya, yang akan diproses terlebih dahulu yaitu negara jepang dan tiongkok” ungkap arief yahya di Jakarta pada hari rabu (19/11/14). Selain jepang dan tiongkok, ada tiga Negara lagi yang akan dibebaskan visanya yaitu korea selatan, Australia dan Rusia.

Menteri pariwisata memastikan bahwa seluruh instansi terkait untuk termasuk kementrian luar negeri (menlu) dan menteri hukum dan hak asasi manusia (menkuham) untuk hadir dalam menyepakati pembebasan visa lima Negara tersebut. “Jepang dan Tiongkok itu selama ini menjadi salah satu potensi yang besar untuk pariwisata di Indonesia” ujar Arief. Sebagai salah satu upaya untuk mempercepat berlakunya kebijakan tersebut, dari pihaknya akan meningkatkan pelayanan berupa Visa On Arival (VOA) bagi semua turis kelima Negara tersebut setelah pembebasan bisa berlaku.

Dia menambahkan bahwa saat ini Negara-negara tersebut telah memberikan respon yang positif terhadap rencana pembebasan visa ke Indonesia. “Soal dampak kunjungan wisatawan ini, tidak akan serta merta langsung digunakan karena saya yakin akan ada periode tunggu setidaknya selama enam bulan sejak ini diberlakukan. Tapi kamu sudah mulai mengumumkan dan tanggapan mereka juga sangat positif” kata arief.

Sebelumnya pemerintah sudah sepakat untuk memberikan akses bebas visa kepada sejumlah Negara yang bertujuan untuk mendongkrak kunjungan wisata asing ke Indonesia. Dengan pembebasan ini diharapkan akan meningkatkan tambahan masuk 500.000 wisatawan mancanegara ke Indonesia setiap tahun. Pemerintah memang menyadari di satu sisi, dengan adanya kebijakan bebas visa masuk ini penerimaan pendapatan Negara dari pungutan visa sebesar 25 dollar AS per wisatawan akan hilang. Namun potensi penerimaan devisa dari kedatangan para wisatawan diperkirakan akan lebih besar daripada potensi pendapatan visa.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: