Selain Kartu Sakti Presiden Jokowi Punya Perpres Sakti

Selain Kartu Sakti Jokowi Punya Perpres Sakti

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Rieke Diah Pitaloka selaku anggota Fraksi PDI perjuangan mengatakan dia sedang menunggu peraturan presiden baru yang dia sebut sebagai peraturan presiden sakti (Perpes Sakti Jokowi). Ternyata perpres yang disebutkan oleh rieke itu tidak ada kaitannya dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi yang baru dilakukan hari senin kemarin oleh presiden joko widodo. Peraturan presiden tersebut ternyata berkaitan dengan kewenangan penyuluh lapangan keluarga berencana yang akan bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada petugasnya.

“Selain 3 kartu jokowi, kita juga sedang menunggu perpres sakti jokowi”ungkap rieke dalam sebuah acara sosialisasi kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga bersama badan kependudukan dan keluarga berencana nasional (BKKBN) yang dilakukan di cikampek pada hari selasa (18/11/2014). Rieke juga menambahkan bahwa keputusan ini merupakan tindak lanjut dari undang-undang pemerintah daerah nomor 23 tahun 2014. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa BKKBN mempunyai wewenang untuk mengelola alat dan juga obat kontrasepsi, pengelolaan petugas lapangan keluarga berencana, dan system informasi keluarga.

Dalam undang-undang tersebut juga mempunyai konsekuensi pada semua jabatan fungsional yang akan ditarik ke pusat, termasuk petugas penyuluhan keluarga berencana. Rieke sangat berharap peraturan presiden itu segera bisa dikeluarkan. Dengan begitu BKKBN bukan hanya menjadi sebuah badan yang hanya mengurusi masalah keluarga berencana dan kontrasepsi saja, tetapi juga mengurusi masalah kependudukan secara keseluruhan.

“Meskipun BKKBN tidak termasuk dalam kementerian kependudukan, tetapi minimal BKKBN mempunyai landasan badan hukum untuk mengurusi semua masalah tersebut dan juga memperkuat posisi BKKBN” pungkasnya. Program keluarga berencana dan juga kependudukan merupakan sebuah hal yang tidak bisa dipisahkan melihat laju pertumbuhan penduduk sekarang semakin meningkat. Jika tidak diolah dengan baik, penduduk di Indonesia akan semakin padat.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: