Kasus PHK Karyawan Citibank Berakhir Ke Pengadilan

Kasus PHK Karyawan Citibank Berakhir Ke Pengadilan

HarianDepok.com – Bisnis , Kasus mengenai pemecatan empat karyawan PT Citibank Indonesia akhirnya berlanjut ke pengadilan. Saat ini, PT Citibank Indonesia sudah mengugat empat mantan karyawannya ke pengadilan. Gugatan ini sudah didaftarkan ke pengadilan negeri Jakarta pada bulan oktober 2014 yang lalu. Tyas W Nugrohoyekti selaku kuasa hukum dari pihak Citibank Indonesia menjelaskan mengenai identitas keempat tergugat tersebut.

Ada empat mantan karyawan yang digugat dalam kasus ini. Pertama sales group leader yang bernama Denny Elvando sebagai tergugat I, kedua sales group leader juga yang bernama Julianto samudi sebagai tergugat II, ketiga normalia selaku sales group leader sebagai tergugat III, dan terakhir Franky bima selaku sales group leader sebagai tergugat IV. “Gugatan tersebut mengenai masalah pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada empat tergugat tersebut” ujar tyas pada hari sabtu, 15 november 2014.

Dalam gugatan ini pihak Citibank menginginkan PHI untuk menguatkan tentang alasan PHK keempat karyawan tersebut karena sudah melanggar peraturan yang ada. Citibank bilang bahwa dari pihak perusahaan melihat mereka sudah melakukan pelanggaran disiplin dalam program Ready Credit 2 Hours (RC2HR) atau bisa juga disebut dengan program pengajuan kartu kredit tanpa agunan (KTA) pada bulan juli 2013. Saat pelaksanaan itu tergugat bertugas sebagai booth commander (bc). Para tergugat tersebut sudah memberikan tanda tangan dan juga cap stempel pada formulir kosong untuk para nasabah. Padahal para tergugat harus memeriksa 100 persen semua kelengkapan yang dibutuhkan,

Selain itu para tergugat juga sudah meninggalkan tempat di beberapa perkantoran tanpa petugas pengganti. Karena itu tergugat seperti sudah melakukan pembohongan, seperti mereka sudah menjalankan tugas sesuai dengan prosedur yang ada. Tetapi menurut kuasa hukum dari tergugat, pihak citibank juga sudah salah karena tidak memberikan peringatan tertulis sebelumnya yang sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan.

[IrmaWulandari/HD]

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer