Hadapi MEA, Insinyur Harus Meningkatkan Daya Saing

Hadapi MEA, Insinyur Harus Meningkatkan Daya Saing

HarianDepok.com – Bisnis , Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada tanggal 11 sampai 13 november 2014, ada lebih 500 insinyur di seluruh Negara ASEAN melakukan pertemuan di acara konferensi AFEO yaitu perhimpunan organisasi insinyur di seluruh ASEAN yang dilakukan di Yangoon Myanmar. Dalam acara tersebut digunakan oleh para insinyur seluruh ASEAN untuk berbagi pengalaman dan juga pengetahuan. Selain itu acara tersebut juga dijadikan acara berbagi pikiran dan konsolidasi seluruh insinyur di ASEAN untuk menghadapi masyarakat ekonomis asean (MEA) yang akan mulai diberlakukan mulai tahun depan.

Booby Gofur Umar selaku Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengatakan bahwa ada kesamaan pandangan antara seluruh insinyur di asean. Para insinyur mengatakan bahwa sudah saatnya  seluruh Negara di kawasan ASEAN untuk menerapkan regulasi yang standar dan selaras di semua Negara ASEAN. Jika hal ini tidak terjadi, maka manfaat dari masyarakat ekonomi asean (MEA) tidak dapat dirasakan secara merata oleh seluruh Negara di ASEAN. Dalam pelaksanaan forum itu, banyak insinyur Indonesia yang berbagai pengalaman dalam berbagai hal yang sudah dilakukan seperti penanganan dan mitigasi bencana, pembangunan infrastruktur tol dan juga presentasi mengenai green energy yang mulai dikembangkan di Indonesia.

“Totalnya terdapat 39 topik yang dipresentasikan oleh para insinyur se ASEAN dalam forum yang dilakukan selama 3 hari itu. Banyak hal yang dibahas dan juga dicarikan solusinya dalam forum yang diadakan di Myanmar. Intinya kami sangat beruntung dapat memperoleh banyak manfaat dari semua penjelasan yang dipresentasikan oleh insinyur yang lainnya. Khususnya dalam masalah transportasi, ketersedian energy dan infrastruktur yang terintegritas” ungkap dia. MEA akan mulai digunakan pada tahun 2015 yang akan datang. Menurut bobby seharusnya hal tersebut tak perlu dijadikan momok yang terlalu menakutkan. Tetapi untuk para insinyur harus tetap siap dan tidak boleh santai-santai saja.

Ada banyak hal yang harus dipersiapkan oleh Indonesia untuk menghadapi MEA ini. salah satunya adalah masalah tenaga ahli Indonesia. Jangan sampai seluruh produk dalam negeri kalah saing dengan produk dari Negara lainnya. Minimal semua insinyur yang ada di Indonesia harus sudah mempunyai sertifikat ASEAN Chartered Profesional Engineer (ACPE) dan mempunyai keahlian yang sudah sesuai dengan standar mutual recognition arrangement (MRA). Saat ini indonesia hanya mempunyai 124 tenaga insinyur yang sudah mempunyai sertifikat tersebut, sementara di Negara lainnya sudah 700 orang lebih.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: