Demokrat Tolak Kenaikan Harga BBM Tahun 2014

Demokrat Tolak Kenaikan Harga BBM Tahun 2014

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Rencana pemerintah jokowi Jk untuk menaikkan harga bbm subsidi memang terdapat pro dan kontra diberbagai kalangan, entah dari masyarakat umum maupun dari kalangan para pejabat partai. Salah satunya dari kubu partai demokrat, Partai demokrat mengatakan rencana pemerintah jokowi untuk menaikkan harga bbm pada tahun 2014 ini merupakan suatu kebijakan yang salah, karena banyak sekali alasan yang dapat digunakan untuk menggulirkan kebijakan tersebut.

Khatibul Imam Wiranu dari anggota fraksi partai demokrat mengatakan bahwa sikap yang diambil oleh partai demokrat ini diambil ketika mengadakan rapat internal di kediaman susilo bambang yudhoyono di cikeas, bogor pada hari rabu (12/11/14) malam yang lalu. Dalam rapat tersebut dihadiri oleh jajaran anggota fraksi demokrat dan juga beberapa pengurus dari DPP partai demokrat. Menurut dia menaikkan harga pada akhir tahun 2014 yang kurang satu bulan ini kurang tepat, selain itu saat ini harga dari minyak dunia juga masih turun. Jadi ini suatu hal yang kurang masuk akal.

Ketua dari DPP partai demokrat tersebut menambahkan saat ini dana anggaran yang terdapat di APBN perubahan tahun 2014 dapat digunakan untuk dana kompensasi pada saat bbm dinaikan sekitar 5 triliun rupiah. Dana yang sebanyak itu tidak bisa dijadikan biaya kompensasi untuk kenaikan harga bbm. “Cukup nggak dengan Rp 5 Triliun? Sedangkan kompensasi kan dalam bentuk kartu pintar dan kartu sehat, untuk biaya membuat kartu saja sudah habis berapa milyar rupiah” ujarnya.

Menurut beliau, partai demokrat akan lebih setuju ketika kenaikan bbm dilakukan pada tahun 2015, karena anggaran pada tahun 2015 lebih memadai untuk dijadikan biaya kompensasi. Selain itu dalam rapat tersebut, bapak SBY juga menjelaskan untuk para kader dari fraksi untuk selalu objektif dalam mengawal semua kebijakan pemerintah. Kalau ada program pemerintah yang baik harus didukung dan kalau ada yang salah harus diprotes. Jokowi selalu mengatakan bahwa anggaran untuk bbm terlalu banyak, jadi harus dialihkan untuk anggaran yang lainnya.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)