MA Memutuskan Mbak Tutut Sebagai Pemilik TPI

MA Memutuskan Mbak Tutut Sebagai Pemilik TPI

HarianDepok.com – Bisnis , Mahkamah agung telah menolak permohonan untuk peninjauan kembali tentang kepemilikan PT Cipta Televisi Indonesia yang dimiliki oleh mbak tutut atau dengan nama asli Siti Hardiyati Rukmana, yang diajukan oleh PT Berkah Karya Bersama. Dengan penolakan tersebut semakin mengukuhkan kepemilikan dari PT Cipta Televisi Indonesia tersebut. “peninjauan kembali telah ditolak, artinya semua keputusan kembali kepada semua yaitu kasasi” ucap ridwan mansyur selaku kepala biro hukum dan humas mahkamah agung pada hari selasa, 11 november 2014 di Jakarta.

Putusan peninjauan kembali yang dilakukan oleh PT Berkah Karya Bersama disahkan pada tanggal 29 oktober 2014 kemarin, oleh majelis hakim yang terdiri dari ketua yaitu abdul Manan dan didampingi oleh mohammad saleh dan hamdi sebagai anggotanya. Dalam keputusan mahkamah agung disebutkan bahwa mahkamah agung telah mengabulkan gugatan dari mbak tutut, yang memberikan permohonan untuk pengembalian kepemilikan TPI dari PT Berkah Karya Bersama.

Dalam keputusan kasasi sebelumnya yang dilakukan pada tanggal 2 oktober 2013 oleh majelis hakim yang menjadi ketua adalah Dr. Sofyan Sitompul dan anggotanya adalah I Made Tara dan Takdir Rahmadi. Dalam keputusan tersebut dinyatakan PT Berkah Karya Bersama selaku tergugat telah melakukan perbuatan yang melawan hukum. Dalam keputusan tersebut, mahkamah agung menyatakan bahwa RUPSLB yang dilakukan pada tanggal 17 Maret 2005 yang telah didaftarkan oleh mbak tutut adalah sah sesuai hukum yang berlaku dan sesuai dengan AD/ART TPI.

Dengan keputusan tersebut telah membatalkan surat keputusan pengadilan tinggi Jakarta dengan No. 629/PDT/2011. Dalam gugatan yang diajukan oleh mbak tutut menyatakan bahwa 75 persen dari saham kepemilikannya telah diambil dengan cara yang tidak sah oleh PT berkah Karya bersama. PT berkah karya bersama yang dimiliki oleh Hary tanoe ini telah dituduh menggunakan surat kuasa untuk para pemegang saham yang sudah tidak berlaku lagi.

[IrmaWulandari/HD]

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer