Hizbut Tahrir Lakukan Aksi Tolak Kenaikan BBM

Hizbut Tahrir Lakukan Aksi Tolak Kenaikan BBM

HarianDepok.com – Berita , Wacana tentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memang menjadi hal yang membuat masyarakat indonesia semakin merasa resah. Banyak masyarakat yang menentang dengan wacana pemerintah untuk menaikkan harga bbm ini. Salah satunya yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kota depok. HTI kota depok melakukan aksi demo untuk menolak kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi (BBM) di depan balai kota depok pada hari rabu (12/11/14). Yang ikut dalam aksi demo tersebut terdiri dari bapak-bapak dan juga ibu-ibu anggota dari hizbut Tahrir Indonesia kota depok.

Para pendemo dari hizbut Tahrir Indonesia itu datang ke gerbang balai kota depok sekitar pukul 9 pagi. Mereka semua datang dengan membawa spanduk yang bertuliskan “kenaikan BBM Menyengsarakan Rakyat Indonesia”. Dalam kesempatan ini Muhammad Ismail Yusanto selaku Juru bicara Hizbul Tahrir Indonesia mengatakan kenaikan bahan bakar minyak (bbm) pasti akan sangat menyengsarakan rakyat, karena dengan hasil penghematan tersebut tidak akan sebanding dengan penderitaan rakyat nantinya.

Menurut hasil survey dari sensus ekonomi pada tahun 2014 ini, hampir 65 persen pengguna bahan bakar minyak adalah rakyat miskin dan kelas bawah, kelas menengah 27 persen, kelas menengah atas 6 persen dan hanya 2 persen untuk kalangan orang kaya. “Ini merupakan kebijakan yang sangat dzalim. Total kendaraan yang digunakan pada tahun 2010 adalah 53,4 juta dan 82 persennya adalah kendaraan roda dua yang dimiliki oleh kalangan menengah kebawah. Harus ingat, pemimpin yang dzalim akan mendapat azab yang pedih di akhirat nanti” ungkap Muhammad ismail.

Pada kesempatan itu ismail mengatakan bahwa kebijakan mengenai kenaikan bbm itu merupakan kebijakan yang menghianati rakyat. Kebijakan tersebut sebenarnya hanya ingin digunakan untuk liberalisasi dibagian sektor hilir setelah apa yang dilakukan di sektor hulu sempurna dilakukan. Liberalisasi tentang migas inilah yang akan semakin memperkuat penguasaan liberal dan memakan habis kebutuhan rakyat. Menurut ismail kebijakan menaikkan bbm ini bertentangan dengan syariat agama, karena melegalkan liberalisasi pengelolaan social dan mengakibatkan gejolak social di masyarakat.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)