Muhaimin Tidak Setuju Dengan Penghapusan Kolom Agama Di KTP

 

Muhaimin Tidak Setuju Dengan Penghapusan Kolom Agama Di KTPHarianDepok.com – Berita – Nasional , Polemik tentang penghapusan kolom agama di kartu tanda penduduk memang menjadi perbincangan yang saat ini masih hangat-hangatnya. Banyak pro dan kontra tentang wacana pemerintah untuk menghapuskan kolom agama di KTP tersebut. Muhaimin Iskandar selaku ketua umum dari partai kebangkitan bangsa, sangat tidak setuju dengan wacana pemerintah mengenai penghapusan kolom agama di kartu tanda penduduk. Ada banyak sekali alasan mengapa pria yang satu ini tidak setuju dengan rencana pemerintah tersebut.

“saya sangat tidak setuju dengan penghapusan kolom agama tersebut, agama itu sangat penting untuk dicantumkan” ujar muhaimin pada saat di Jakarta, hari selasa 11 november 2014. Untuk masalah penghapusan kolom agama tersebut, dari pihak partai PKB akan melakukan penolakan penuh dan akan mengambil sikap tegas setelah adanya keputusan resmi dari pemerintah. PKB akan menunggu keputusan pelaksanaanya terlebih dahulu, baru akan mengambil sikap. Saat ini masalah tersebut masih menjadi wacana yang menjadi perbincangan hangat diseluruh kalangan masyarakat. Ketua umum PKB ini juga berharap agar wacana yang cukup sensitif ini tidak menjadi polemik yang berkepanjangan.

Menurut beberapa berita sebelumnya Tjahjo kumolo selaku menteri dalam negeri dan lukman hakim selaku menteri agama mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah tidak ingin menghapus kolom agama di kartu tanda penduduk. Tetapi mencari solusi untuk warga Negara Indonesia yang belum menganut kepercayaan agama yang resmi di Negara Indonesia. Kolom agama yang di KTp menjadi warga Negara dipaksa untuk mengisi kolom tersebut.

Menurut undang-undang pasal 64 ayat 5 tentang administrasi kependudukan bahwa warga Negara Indonesia dapat mengosongkan kolom agama. Tigor Naipospos selaku wakil ketua setara Institute bonar mengatakan bahwa ia sangat setuju dengan penghapusan kolom agama di kartu tanda penduduk elektronik. Masalah agama tidak bisa di diskriminasi. Seharusnya semua aliran dapat dicantumkan di kolom agama, tidak hanya agama yang resmi saja.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok