CEO BNI: Masalah Maritim Mana Dulu Yang Di Fokuskan?

CEO BNI: Masalah Maritim Mana Dulu Yang Di Fokuskan?

HarianDepok.com – Bisnis , Saat ini sektor perikanan dan juga kelautan dianggap sulit untuk mendapatkan dana dari perbankan. Dan saat ini dari pemerintahan jokowi memusatkan masalah maritim menjadi fokus utama program kerjanya. Lalu bagaimana komnetar perbankan di Indonesia?. “ kalau masalah maritim mendapat pendanaan perbankan bisa saja. Lalu sekarang mau maritim yang mana? Karena itu ibu susi selaku menteri kelautan dan perikanan mau fokus dimasalah maritim yang mana dulu”ungkap Gato murdiantoro suwando selaku CEO PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), pada hari jumat 7 november 2014.

Kalau ibu susi ingin meningkatkan kesejahteraan maritim kepada nelayan kecil. Beliau harus mengubah pola pikir mereka dulu ketika meminjam sejumlah uang yang besar ke mereka. Ini akan menjadi sebuah kultur yang berbeda ketika meminjamkan kredit dengan berbagai retribusi yang harus ditanggung oleh nelayan kecil. Pola pikir mereka tidak dapat diubah begitu saja. Masyarakat Indonesia selalu takut untuk pergi ke zona nyamannya. Kalau sudah seperti itu dan nyaman dengan hal itu, pasti tidak mau pergi.

“nelayan kecil di daerah Indonesia timur selalu bilang, ngapain saya harus pergi ke tengah? Di daerah pinggir saja saya sudah bisa mendapatkan penghasilan dan bisa mencukupi kebutuhan untuk dua hari” nah masalah kultur inilah yang harus dibenahi dari nelayan kecil di Indonesia” ujar gatot. Pola pikir inilah yang harus segera diubah dari mereka, jika ingin meminjamkan sejumlah kredit yang besar kepada nelayan kecil maka pemerintah harus siap dengan segala resiko yang mungkin muncul.

Untuk masalah peminjaman uang dari pihak perbankan khususnya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) tidak masalah untuk hal tersebut. Asalkan sudah jelas masalah mana yang akan dibenahi dari kemaritiman Indonesia. Selain itu harus terfokus dulu apa saja yang akan diberi pendanaan oleh perbankan. Ini akan lebih mudah dibandingkan belum ada sesuatu yang jelas untuk dibenahi.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: