Jokowi Tak Perlu Malu Dengan Program 3 Kartu Saktinya

Jokowi Tak Perlu Malu Dengan Program 3 Kartu SaktinyaJokowi Tak Perlu Malu Dengan Program 3 Kartu Saktinya

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Masalah kartu sakti yang dikeluarkan memang menjadi sebuah polemik di masyarakat saat ini. Hendri satrio seorang pengamat politik yang berasal dari universitas paramadina mengatakan dalam hal ini seharusnya Bapak joko widodo tidak perlu malu untuk mengakui tiga kartu sakti yang sudah beliau keluarga. Tiga kartu sakti tersebut adalah kartu Indonesia sehat, kartu Indonesia pintar dan kartu keluarga sejahtera. Sebenarnya kalau dilihat lagi ketiga kartu tersebut merupakan program kelanjutan dari presiden susilo bambang yudhoyono.

“ini merupakam hal yang sangat positif jika bapak jokowi mau melanjutkan dari program Bapak SBY. Selain itu jokowi tidak perlu malu untuk mengakuinya karena program ini demi kesejahteraan rakyat dan juga sangat bagus untuk rakyat” ujar hendri satrio pada hari minggu 9 november 2014. Hendri menambahkan jokowi saat ini terkesan seperti mewacanakan ini merupakan program yang baru. Padahal sejumlah menteri mengatakan bahwa program ini seperti kelanjutan dari program pemerintahan SBY. Jadi hal ini tidak akan  \menyulitkan pemerintahan.

“ Kalau melihat dari pernyataan beberapa menteri, program ini seperti kelanjutan dari program pemerintahan SBY. Waktu peluncuranya pun hampir mirip saat SBY mengenalkan program ini juga dengan mengurangi subsidi dari BBM” ucap Hendri. Program ini muncul beberapa polemik karena jokowi dianggap belum berkonsultasi dengan DPR tentang pendanaan. Tetapi jika program ini kelanjutan dari SBY tak perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan DPR.

Selain itu jika program ini kelanjutan dari program SBY, jokowi tidak perlu pusing lagi dengan masalah dana, karena bisa ambil secara langsung di dana APBN. Dengan begitu sudah tidak ada lagi perdebatan mengenai dana yang akan digunakan untuk program ini. ada satu hal yang harus dibenahi oleh jokowi yaitu untuk meminimalisir sebuah kebingunan dalam pemerintahan untuk melakukan program yang dilaksanakan. Dari beberapa sumber saat ini, sumber dana ketiga kartu sakti tersebut berasal dari dana CSR badan usaha milik Negara (BUMN)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: