Investasi Bodong Saat Ini Masih Sangat Marak

Investasi Bodong Saat Ini Masih Sangat Marak

HarianDepok.com – Bisnis , Sekarang masyarakat harus berhati-hati dan lebih waspada. Investasi bodong semakin meningkat, padahal sudah banyak sekali korban yang terkena kasus tersebut. Otoritas jasa keuangan sejak tahun 2013 silam sudah mendapatkan kurang lebih 2773 laporan masyarakat mengenai Investasi bodong maupun mengenai masalah sengketa industry keuangan. Dari seluruh kasus tersebut 220 kasus merupakan pengaduan terhadap beberapa industry keuangan yang diawasi oleh otoritas jasa keuangan.

Anto prabowo selaku Direktur Pengembangan Kebijakan Edukasi dan perlindungan otoritas jasa keuangan mengatakan dari jumlah kasus keseluruhan 220 kasus pengaduan terindikasi sudah melanggar ketentuan dari pelaku jasa usaha keuangan yang suah diawasi OJK. Dari semua kasus tersebut kebanyakan dari sector perbankan mengenai lelang jaminan kredit. Saat ini dari pihak OJK sudah menyelesaikan kurang lebih 61 kasus, dengan cara mempertemukan konsumen dengan pengusaha yang bersangkutan. Sanksi yang diberikan bermacam, seperti sanksi teguran, sanksi kewajiban pembayaran terhadap konsumen atau sanksi administrasi.

Masih ada 490 kasus yang masih dalam proses penyelesaian. Sedangkan beberapa pengaduan yang tidak sesuai dengan ketentuan OJK dan merupakan pelaku jasa usaha merupakan bukan pihak dari OJK. Dari keseluruhan kasus tersebut, sebanyak 219 pengaduan merupakan kasus penawaran investasi yang tidak memiliki izin dari pihak otoritas lainnya. misalnya dari kementerian koperasi dan UMKM  dan juga dari badan pengawas perdagangan komoditi dan berjangka. Investasi bodong merupakan investasi yang menjanjikan keuntungan yang besar dengan cara yang praktis.

Penawaran investasi bodong biasanya melalui penawaran internet. Biasanya cara melakukannya dengan berantai atau members get members. Selain itu juga ditawarkan untuk kegiatan ibadah atau amal. Mereka biasanya menjadi public figur sebagai ikon mereka seperti tokoh agama, artis pejabat dan masih lainnya. sayangnya dari pihak kami, memiliki otoritas yang kecil mengenai masalah ini. pada salah satu PT dua belas suku yang berpusat di daerah blitar jawa timur. Memberikan bunga 30 persen setiap bulannya. Saat ini kami sedang meminta kemeninfo untuk memblokir situs dari PT dua belas suku tersebut.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: