NU : Aborsi Di Perbolehkan Tapi Ada Syaratnya

Aborsi Bersyarat Ala NU

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Munculnya peraturan pemerintah yang mengatur tentang perbolehan aborsi dalam suatu kehamilan kini menjadi sorotan para ulama NU. Dalam Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama membicarakan tentang hukum aborsi ini. Menurut kesimpulan dari musyawarah tersebut, Nahdlatul Ulama mengungkapkan bahwa aborsi boleh saja dilakukan jika saja ada alasan yang sangat membahayakan yang menuntut diadakannya aborsi dan hal ini berdasarkan ungkapan yang diberikan oleh Ketua Umum PBNU KJ Said Aqil Siroj (2/11/2014). Aborsi sendiri sebenarnya sudah dilarang keras oleh agama Islam karena hal tersebut termasuk merenggut nyawa manusia meskipun nyawa tersebut telah dibuat dalam perilaku yang kurang diridhoi, contohnya pemerkosaan atau hubungan gelap.

Dalam Peraturan Pemerintah nomor 61 tahun 2014 sendiri, aborsi yang legal dan diperbolehkan ditujukan untuk kaum wanita yang telah diperkosa agar tidak mengemban beban mental yang lebih. Hal ini sampai dikukuhkan pada Peraturan Pemerintah lantaran budaya jaman sekarang yang sangat bebas dan membuat desa-desa sampai pelosok terkena budaya seks bebas yang tidak bernorma dan beretika ini. Peraturan Pemerintah ini oleh sebagian orang dianggap sebagai penolong yang baik agar para penderita pemerkosaan mendapat pengurangan beban mental.

Namun, walaupun niat dari pembuatan Peraturan Pemerintah ini baik, tapi tetap saja hal itu melanggar syariah. Aborsi dengan alih-alih menolong korban yang diperkosa itu akan lebih baik amalanya padahal walau niatnya didasarkan pada kebaikan, namun aborsi tetaplah sesuatu yang haram di mata Allah karena tengah bersangkutan dengan merenggut nyawa orang lain apalagi seseorang yang belum terlahir dan masih suci tanpa adanya doa.

Syarat yang dianggap urgent sendiri oleh para Nahdlatul Ulama adalah keadaan dimana keberadaan jabang bayi dalam rahim ataupun ketika akan lahir. Hal-hal seperti resiko yang sangat berbahaya bagi seorang wanita sendiri dapat diambil dari kesimpulan para dokter-dokter yang tengah mengawasi. Dokter-dokter dianggap sebagai seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengawasi tingkat kematian bagi seorang ibu ketika mengandung atau akan melahirkan anaknya. Untuk hal itu, Nahdlatul Ulama akan lebih baik menekankan dalam hukum-hukum islam yang syar’i.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok