Kredit Rumah Tak Terpengaruh Kenaikan BBM

Kredit Rumah Tak Terpengaruh Kenaikan BBM

HarianDepok.com – Properti , Simpang siur kenaikan harga BBM berimbas pada meningkatnya berbagai harga, namun hal itu malah tidak memiliki pengaruh sama sekali dalam dunia pengkreditan rumah. Hal ini serupa dengan pernyataan Dirut PT Bank Tabungan Negara Tbk Maryono yang mengungkapkan bahwa pengkreditan rumah tidak akan ikut naik meskipun pemerintah pusat akan menaikan harga BBM. Penyampaian dilakuakan pada hari Senin (3/11/2014) di branch office BTN Bengkulu secara langsung pada saat peresmian tempat tersebut.

Maryono juga menekankan bahwa pengkreditan tidak akan ikut naik lantaran pemerintah juga pasti akan menggelontorkan subsidi guna menanggulangi efek kenaikan harga BBM di bursa pengkreditan rumah sehingga kenaikan harga pengkreditan tidak diperlukan pada saat ini. Subsidi ini akan diberikan kepada beberapa golongan masyarakat seperti PNS atau masyarakat yang berpenghasilan rendah. Selain itu, program pengkreditan rumah ini juga merupakan program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sandang, papan, dan pangan sehingga kenaikan apapun tidak akan mempengaruhi harga pengkreditan dalam waktu dekat ini, termasuk kenaikan BBM.

Saat ini saja, Maryono mengungkapkan bahwa 800 milyar lebih KPR BTN Bengkulu sudah didapatkan dimana rincian dana ini meliputi 746 miliar milik aset pembiayaan perumahan itu sendiri sedangkan dana 113 milyar merupakan dana yang berasal dari pihak ketiga. Semua dana itu diperkirakan akan cukup menanggulangi kenaikan harga BBM yang biasanya mempengaruhi semua harga yang ada di pasaran. Dukungan penguatan harga kredit juga datang dari pesatnya perkembangan ekonomi di Bengkulu yang membuat pendapatan daerah naik sehingga manuver-manuver pencarian dana tidak perlu dilakukan dalam kurun waktu dekat ini.

Perkembangan cepat tadi juga agar menjadi angin segar munculnya potensi bisnis di daerah Bengkulu. Menurut laporan 142 triliun telah menjadi aset bank pelat merah ini dan hal itu diambil secara nasional sedangkan alokasi yang diberikan guna mengembangkan kredit perumahan adalah 112 triliun rupiah. Kedepanya, BTN ingin mentargetkan peningkatan kualitas perumahan bagi pegawai negeri sipil maupun kualitas bangunan dengan level menengah pasalnya pembangunan rumah guna penyejahteraan masyarakat merupakan program presiden yang harus didukung.

[IrmaWulandari/HD]

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer