Lindung Nilai Alias Hedging Untuk Pertamina

Lindung Nilai Alias Hedging Untuk Pertamina

Bank Indonesia mengumumkan himbauan baru bagi seluruh badan usaha milik negara atau BUMN dan badan usaha milik swasta atau BUMS. Untuk melakukan hedging atau lindung nilai terhadap perusahaan yang dikelolanya. Baru baru ini salah satu BUMN yang menyambut baik himbauan ini adalah Pertamina. Sejauh ini pertamina adalah perusahaan badan usaha milik negara yang berkegiatan di sektor distribusi dan pengawasan perminyakan serta gas di Indonesia. Peran perusahaan ini begitu penting dan merupakan satu satunya distributor resmi bahan bakar minyak dan gas di Indonesia.

Permasalahan pada pasar seperti harga minyak yang kadang tak stabil dan kisi ekonomi dan finansial membuat perusahaan perusahaan yang memiliki peranan penting harus melakukan aksi yang bisa melindungi perusahaannya sendiri dari berbagai macam ancaman yang berisiko terhadap kondisi finansial satu perusahaan yang dijalankan. Setelah sekian lama pertamina menunggu himbauan ini akhirnya bank Indonesia bertekad untuk menghimbau seluruh badan usaha baik milik negara maupun swasta  untuk segera menata proses hedging atau lindung nilai pada perusahaannya.

Pertamina mengaku akan menerapkan lindung nilai di perusahaannya sesegera mungkin dengan menyesuaikan diri dengan standar operasional perusahaan atau biasa sebut dengan SOP agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan perusahaan dalam rangka melakukan lindung nilai ini. Oleh karena itu bank Indonesia pun juga akan melakukan pengawasan dan pendampingan bagi perusahaan yang hendak menerapkan lindung nilai pada tahun ini. Semua pertamina bisa menjadi contoh sekaligus model yang baik bagi perusahaan lainnya.

Sayangnya memang minat BUMN untuk melakukan lindung nilai masih tergolong rendah. Mungkin kebanyakan badan usaha milik negara tersebut merasa bahwa hedging belum perlu dilakukan saat ini. Pada di kondisi seperti sekarang aksi lindung nilai bis menjadi aksi yang tepat dan sesuai untuk dilakukan. Namun perlu diingat bahwa aksi tersebut juga jangan sampai melanggar aturan dan tentunya standar operasional perlahan yang berlaku. Jadi pertamina adalah contoh baiknya.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: