Hati-Hati, Gedung Di Jakarta Mudah Roboh Ketika Gempa

Hati-Hati, Gedung Di Jakarta Mudah Roboh Ketika Gempa

HarianDepok.com – Properti , Indonesia merupakan salah satu Negara yang rawan terkena berbagai bencana seperti gempa, gunung meletus, tsunami dan lain sebagainya. Tanah yang berada di Indonesia memiliki tekstur yang lunak dengan kepadatan yang begitu kecil. Selain itu Indonesia merupakan daerah rawan gempa, hal itu bisa dari segi konstruksi dan juga dari pihak pemerintah yang kurang memperhatikan masalah konstruksi bangunan pada saat membangun sebuah gedung. Hal ini yang disampaikan oleh Dradjat Hoedajanto selaku Ketua Himpunan Ahli Konstruksi pada saat melakukan seminar hari bangunan Indonesia pada hari kamis (30/11/14) kemarin.

“Masalah aspek geoteknik dan juga aspek geologi tidak diperhatikan” ujar drajat. Rata-rata semua pelaku konstruksi bangunan hanya mengacu pada UU no 28 tahun 2002 yang menjelaskan mengenai bangunan gedung. Menurut drajat, hal tersebut tidak bisa dijadikan bijakan yang kuat untuk membangun sebuah bangunan yang tahan terhadap goncangan gempa. Saat ini resiko gempa lebih tinggi dibandingkan keputusan yang terdapat pada UU no 28 yang harus dua kali lipat lebih besar. menurut drajat, hampir 70 persen bangunan yang terdapat di Jakarta mempunyai potensial lebih mudah roboh.

Selain itu pada peraturan SNI 1726:2012 yang menjelaskan mengenai tata cara perencanaan ketahanan terhadap gempa untuk bangunan gedung maupun non gedung, masih kurang sesuai. Ketentuan tersebut masih belum bisa menjamin suatu gedung tahan terhadap gempa. Banyak sekali bangunan yang rusak karena akibat gempa karena kegagalan dalam konstruksi. Tetapi hal tersebut tidak dijadikan pembelajaran oleh pemerintah maupun oleh para pembangun konstruksi. Ketika terjadi gempa, gedung roboh dan dibangun lagi tanpa memperdulikan konstruksi yang tepat. Sedangkan gempa tidak pernah tahu kapan datangnya.

Menurut drajat, suatu gedung yang tidak rusak pada saat terkena gempa merupakan suatu hal yang mustahil. Tetapi minimal kita dapat meminimalisir dampak dari gempa tersebut. Konstruksi bangunan minimal tidak bisa ambruk, sehingga penghuni yang didalamnya lebih aman. Misalnya di amerika serikat, setiap ada peraturan baru. Semua gedung disana dilakukan konstruksi ulang supaya lebih kuat. Setiap bangunan harus mempunyai izin-izin. Seharusnya setiap 5 tahun sekali semua bangunan di review kembali, masih layak digunakan atau tidak.

[IrmaWulandari/HD]

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer