Rp. 12,2 Triliun Untuk BCA Di Kuartal III 2014

Rp. 12,2 Triliun Untuk BCA Di Kuartal III 2014

HarianDepk.com – Bisnis , Salah satu bank swasta besar di Indonesia yaitu PT. Bank Central Asia .Tbk membuka pembukuannya baru baru ini. Terdapat laba bersih senilai Rp. 12,2 triliun laba bersih yang diterima oleh bank Central Asia. Berbagai sektor pendapatan kredit juga tumbuh tahun 2014 ini terutama di kuartal ketiga tahun ini. BCA sebagai bank swasta yang telah lama di Indonesia menunjukkan pertumbuhan asetnya pada tahun ini. Terbukti jika tahun lalu bank ini hanya memperoleh sekitar Rp. 10,4 triliun maka meningkat hingga berapa persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan lainnya juga meningkat pada sektor pendapatan operasional lainnya di kuartal ketiga ini yaitu Rp. 3,1 triliun rupiah.

Bank tersebut melihat pertumbuhan sektor kredit di Indonesia. Dimana kebutuhan akan permodalan akan terus meningkat daripada sebelumnya. Keperluan ini akan semakin meningkat dengan semakin banyaknya debitur yang hendak mengajukan kredit di bank Central Asia. Terlebih lagi bank Central Asia juga sangat memperhatikan keperluan nasabahnya terutama dalam sektor pelayanan yang harus bermutu dan kredibel.  Hal ini tak bisa dilepaskan dari faktor yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2013, volume kredit masih tinggi. Penyaluran dana pada tahun itu mulai berdampak pada tahun ini. Nah, tentu saja hal ini juga terlihat dengan adanya kompetitor yang menaikkan suku bunga kredit pada tahun sebelumnya. Kinerja di sektor kredit juga baik akhir akhir ini terbukti dengan rasio kredit bermasalah yang hanya berkisar di 0,7 persen saja. Selain untuk penyaluran kredit di pihak ketiga rasionya tumbuh 75,9 persen yang membuktikan sektor tersebut juga tumbuh dengan baik.

Bank Central Asia telah membuktikan kredibilitasnya. Nah sekarang tinggal melihat perkembangkan perbankan, pasar dan tentunya kondisi penyaluran kredit di Indonesia saat ini apakah akan membaik atau tidak. Semoga saja kedepannya perbankan akan semakin baik dan bank Central Asia juga tetap bisa memenuhi kebutuhan permodalan dan kredit kedepannya.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: