Menebak Visi Kemaritiman Presiden Jokowi

Menebak Visi Kemaritiman Jokowi

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Rasa pesimis menyelimuti pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy tehadap visi kemaritiman dari Presiden terpilih, Joko widodo. Hal ini cukup beralasan, karena menurutnya, hingga saat ini belum ada industry terkait pelat baja yang dapat menjadi pendukung dari angkutan kapal. Menurutnya, hal ini akan menjadi riskan jika presiden jokowi tidak mampu merangkul semua elemen dari hulu hingga hilir. Jika hal ini terjadi, bisa dipastikan masyarakat akan menanyakan untuk siapa visi kemaritiman tersebut digaungkan? Menurutnya, sebenarnya untuk masalah kemaritiman tersebut, perlu adanya pengkajian ulang yang mendalam terhadap beberapa aspek.

Ichan mengatakan bahwa jika ditanya masalah kemaritiman, maka kebutuhan akan pelat baja menjadi sangat penting. Hal ini dikarenakan pelat baja adalah sumber utama untuk pembuatan angkutan kapal. Ketika Indonesia belum memiliki industry pelat baja tanah air, maka dapat dipastikan bahwa untuk memenuhi kebutuhan pelat baja, pemerintah akan mengimpor dari luar negeri. Dia menambahkan, walaupun konsumsi baja di Indonesia masih rendah, agaknya melakukan impor besar-besaran tersebut tetap merupakan sesuatu yang riskan. Setidaknya ada tiga Negara yang bersiap untuk memanfaatkan celah tersebut, yakni Jepang, Korea, dan China.

Menurut Ichsan, realisasi dari kemaritiman yang dibayangkan oleh Jokowi akan tampak hasil kerjanya pada tahun ketiga. Dirinya mengamini bahwa perkara ini tidaklah mudah dan dapat diselesaikan dengan cepat. Hal tersebut beralasan karena pos maritime merupakan pos besar dan menjanjikan, terlebih Indonesia memiliki wilayah laut yang begitu luas. Jika dikelola dengan baik, pos maritime akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan bangsa Indonesia.

Dalam acara bedah buku berjudul “Dalam Bayangan Matahari Terbit” karya syamsul hadi dan Shanti Darmastuti, pengamat ekonomi ini mengatakan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dengan jepang belakangan ini seperti ditutupi. Apa saja yang menjadi kesepakatan-kesepakatan seperti tidak pernah terkuak dikalangan public. Hal ini membuat Indonesia masih terjerat fungsi ganda dari para penguasa. menurutnya, regulasi melalui kekuasaan akan menghasilkan sebuah struktur dan kultur sebagai perpanjangan tangan. Hal tersebut membuat Indonesia seolah-olah merdeka, walaupun dalam berbagai sector masih terjajah oleh asing.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)