Kapten PSIS Semarang Angkat Bicara Masalah Sepakbola Gajah

Fauzan Fajri

HarianDepok.com – Sepakbola – Nasional , Akibat apa yang sudah terjadi dan sebagai korban sisitem akhirinya membuat Kapten PSIS Semarang, Fauzan Fajri, angkat suara terkait skandal sepakbola gajah yang melibatkan timnya, dan yang mengakibatkan timnya itu dihukum. Ia merasa disakiti dan jadi korban sebuah sistem.

PSIS (dan PSS Sleman) didiskualifikasi dari kompetisi Divisi Utama musim ini setelah keduanya dianggap tidak bermain sportif pada hari Minggu (26/10) lalu. Kala itu mereka dengan sengaja menyerang gawangnya sendiri, dan dari situ menghasilkan total 5 gol (bunuh diri).

Ditemui di Wisma Jatidiri, Semarang, Rabu (29/10) sore, Fauzan membuka perbincangan terkait hukuman yang telah dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI kepada mereka.

“Kita tetap berusaha menerima (sanksi diskualifikasi) meskipun dari semua kalangan kecewa terutama dari sisi pemain, kecewa,” ujar pemain berusia 25 tahun itu.

“Kita juga sakit hati dengan itu, karena suporter sudah memberi dukungan dengan kuat,” sambungnya.

Tadi sore ratusan suporter PSIS mendatangi mess tim untuk memberi dukungan moral. Suasana haru pun merebak ketika para pemain keluar mess dan memeluk suporter yang datang sambil menyanyikan yel-yel. Di antara mereka banyak yang sampai menangis.

“Kita memang korban dari sistem sepakbola, sudah berusaha kasih yang terbaik,” tutur Fauzan lagi..

“Babak pertama main normal, babak kedua ada indikasi-indikasi (PSS sengaja mengalah). Emosi tinggi seperti kita sebagai pemain pasti emosi di lapangan, kejadiannya cepat,” ujarnya.

Menurut Fauzan, sebelum PSIS membalas gol bunuh diri PSS, pihaknya sudah melakukan protes terhadap wasit. Namun wasit ternyata tidak bisa menghentikan pertandingan.

“Sudah bilang wasit, tapi katanya tidak bisa menghentikan pertandingan karena tidak ada instruksi,” kata pemain bernomor punggung 13 itu.

Fauzan berkali-kali menegaskan timnya tidak menghindari Borneo FC karena sudah bertandang dan ingin bermain normal. “Kalau mau mengalah, kita tidak usah datang. Kita datang ke sana untuk ikut main sesuai instruksi. Mereka main di belakang terus bunuh diri, kita tidak terima,” tegasnya.

Walaupun didiskualifikasi di sisa musim ini, PSIS dan PSS musim depan tetap diperbolehkan mengikuti kompetisi Divisi Utama.

“Saya sebagai kapten ingin memperbaiki citra PSIS di tahun depan,” tutup Fauzan.

[NandaRiskiawan/HD]

author

Author: 

Internet Marketers & Penulis Konten