Olah Timah di Myanmar dengan pembangunan Smelter

Olah Timah di Myanmar dengan pembangunan Smelter

HarianDepok.com – Berita – Internasional , Perusahaan pengolah timah asal Indonesia yang merupakan BUMN atau Badan Usaha Mikik Negara yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah bernama PT. Timah (persero). Tbk atau biasa disebut dengan TINS. Perlahan tersebut telah lama mengolah timah atau biasa disebut logam plat merah yang ada di Indonesia. Kini TINS hendak mengembangkan usahanya ke kawasan regional di ASEAN. Salah satu negara yang menjadi tujuan investasi dan ekspansi produksi TINS adalah negara Myanmar. Negara tersebut memiliki potensi timah yang bagus. Saa ini pihak TINS terus melakukan pengkajian untuk memulai segera membangun sebuah smelter atau unit produksi dan pengolahan timah di Myanmar.

Perusahaan ini memerlukan dana investasi sebesar Rp. 100 miliar rupiah untuk membangun smelter di Myanmar. Pembangunan smelter timah sendiri lebih May dibandingkan dengan membangun smelter untuk Nikel. Ini disebabkan karena suhu atau titik didih dari keduanya yang berbeda. Untuk Nikel sendiri memerlukan suhu 1600 derajat celcius agar bisa mendidih namun untuk memasakan dan mendidihkan timah diperlukan suhu sekitar 600 derajat celcius. Tentu perbedaannya besar.

Untuk memperoleh investasi besar itu perusahaan ini harus melakukan Joint venture dengan perusahaan di Myanmar. Jadi nantinya akan ada dua buah anak perusahaan yang bernama PT. Myanmar timah Mining yang bergerak di sektor pertambangan timah di negara tersebut. Selanjutnya juga ada PT. Myanmar timah yang akan bergerak pada pengolahan hasil tambang timah. Kelak kedua perusahaan tersebut akan bekerja sama dalam mengembangkan produksi timah di Myanmar. Diharapkan dengan melakukan ekspansi pasar ke kawan regional membuat produksi dan pengolahan tersebut akan semakin menguntungkan Indonesia.

Mengingat Indonesia juga memilki misi sebagai negara yang berorientasi industri maka langkah ekspansif ini cukup mendapat apresiasi. Diharapkan jika tidak ada halang berarti maka pembangunan smelter dapat dimulai pada awal tahun 2015. Saat ini sedang dilakukan pengkajian mendalam mengenai lingkungan, perijinan dan hal lain sebagainya agar kelak isis ini bisa lancar.

[EniGayo/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok