Teresa Corbin: Sang Feminis Yang Memeluk Islam Karena Rasa Penasaran

Teresa Corbin Sang Feminis Yang Memeluk Islam Karena Rasa PenasaranHarianDepok.com – Berita – Internasional, Anda mungkin masih sangat asing dengan Teresa Corbin. Wanita yang satu ini memang menjadi sorotan karena belum lama ini menceritakan kisah pengalamannya menjadi seorang mualaf. Banyak orang yang mengatakan jika Teresa Corbin merupakan salah satu simbol feminis di Amerika. Itu karena wanita ini merupakan seorang feminis tulen.

Kisah perjalanan Teresa Corbin menjadi seorang mualaf terjadi pada tahun 2001. Tepatnya setelah dua gedung kembar WTC di bom oleh teroris. Wanita ini menceritakan jika waktu tersebut merupakan waktu yang tidak tepat untuk beralih agama karena sentimen anti islam sedang merebak di Amerika. Akan tetapi hal tersebut tidak menciutkan nyali seorang Teresa Corbin untuk berpidah keyakinan yang menurut dia benar. Corbin dilahirkan bukan dari keluarga yang dekat dengan lingkungan islam. Tetapi wanita ini lahir dari lingkungan khatolik. Bahkan orang tuanya merupakan orang athies.

Sebelum memeluk islam Teresa Corbin juga telah banyak bertanya kepada pendeta dan ahli agama yang ada di kota dia tinggal. Tetapi jawaban yang dia terima tidak memuaskan dan itu membuatnya menjadi kecewa. Setelah itu dia bertemu dengan seorang ulama yang bisa memberikan jawaban memuaskan untuknya. Dari ulama tersebut dia banyak belajar akan islam dan mulai berfikir untuk memeluk agama islam. Ada salah satu seruan nabi Muhammad SWT yang paling dia sukai yaitu “ pengetahuan adalah hal yang mutlak bagi seorang muslim, baik itu laki-laki maupun perempuan”.

Menurut Teresa Corbin ada banyak sekali hal indah yang ada pada agama islam. Islam adalah negara yang sangat damai dan mencinta keberagaman. Islam juga sangat peduli dengan pendidikan dan itu dibuktikan dengan banyaknya pakar islam yang mendunia. Wanita ini juga mengatakan jika memeluk islam bukan karena untuk mencari sensasi melainkan dari hatinya yang paling dalam. Pengalaman Teresa Corbin ini menjadi perbincangan yang sangat menarik karena kisahnya juga dipublikasikan dalam sebuah artikel di media CNN.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)