REI : Usulkan harga rumah Rp 130 Juta per unit bukan Rp 105 juta per unit

Usulkan harga rumah Rp 130 Juta per unit bukan Rp 105 juta per unit

HarianDepok.com – Properti , Paulus Totok Lusida, ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) jawa Timur, tidak menyetujui harga rumah sederhana tapak di jawa dan Sumatera bila dengan harga Rp 105 jutayang dianggap tidak realistis. Hal itu dikarenakan REI telah lebih dulu mengusulkan agar rumah sederhana tapak dengan harga 130 juta per unit. Selain itu penetapan harga tersebut tidak realistis dan terlambat Karena kementrian perumahan rakyat memutuskan pada Juni 2014, padahal seharusnya sejak januari 2014.

Pada Januari 2014 kurs 1 dolar Amerika masih bertahan di angka Rp 10 ribu, namun per Agustus sudah meningkat di harga Rp 12 ribu. Paulus juga menyatakan akibat dari keterlambatan tersebut seluruh pengembangan perumahan menderita perlambatan penjualan. 20-30 rumah dari kebutuhan 500 ribu unit rumah yang bisa direalisasikan oleh REI jawa timur ini. Dengan demikian keutuhan masyarakat akan hunian rumah juga menjadi terganggu. Oleh karena itu REI backlog atau disebut kebutuhan pasok rumah tidak akan terpenuhi jika pemerintah baru akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Secara tidak langsung realisasi akan menjadi terhambat dan terlambat.

Pembangunan rumah sederhana tapak yang dilakukan di beberapa wilayah, mendapatkan subsidi. Hal itu berdasarkan keputusan kemenpera tertanggal sejak Agustus 2014. Pemberian subsidi tersebut di alirkan pada Sembilan zona di tiap-tiap wilayah berbeda satu sama lain. Subsidi yang diberikan menyebabkan perbedaan harga rumah sederhana tapak di jawa dan beberapa wilayah lainnya menjadi berbeda. Harga rumah tapak sederhana terdapat di jawa dan jabodetabek yaitu dengan harga Rp 105 juta per unit. Sedangkan rumah tapak sederhana dengan harga mahal, Berada Di Papua dan di papua barat.

Ukuran rumah sederhana tapak dengan luas bangunan 36 meter persegi dan luas tanah berkisar 60 meter persegi. Rumah tersebut di hargai uang sebanyak Rp 105 juta. Secara keseluruhan, kebutuhan rumah di Indonesia secara nasional mencapai 13 juta unit. Namun pada kenyataannya setiap tahunnya, pemerintah hanya bisa membangun rumah sebanyak 200 ribu unit.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok