John Kerry, Menlu AS Jelaskan Kelanjutan Palestina Dan Israel

John Kerry, Menlu AS Jelaskan Kelanjutan Palestina Dan Israel

HarianDepok.com – Berita – Internasional , Terjadinya perebutan wilayah Yerusallem oleh bangsa palestina dan Israel memang telah menimbukalkan banyak korban jiwa, harta dan bangunan kota. Wilayah yang diperebutkan merupakan wilayah yang sangat suci bagi agama Islam Kristen dan yahudi. ketiga agama tersebut menyakini bahwa telah terjadi  periistiwa penting yang penuh dengan isyarat bagi ketiga agama tersebut.

bagi umat Muslim yang menyakini bahwa Nabi Muhammad SAW telah mengalami peristiwa naiknya nabi Muhammad SAW untuk mendapatkan perintah sholat 5 waktu. Sedangkan bagi agama Kristen, di Yerussalem itu merupakan kota kelahiran Nabi Isa. Dan kematian Nabi isa pun berada di Palestina tersebut. Bagi bangsa yahudi Palestine merupakan kota dimana yahudi mengalami perubahan besar pada system perdagangan. hingga saat ini peperangan yang telah terjadi beberapa tahun lalu, kini terulang lagi dengan Israel mendapat dorongan dari pihak Amerika.

John Kerry yang merupakan menteri Luar negeri Amerika serikat (AS)  yang sedang berada di berlin mulai angkat bicara. John Kerry membahas mengenai pembicaraan yang telah dilakukan antara pihak Palestina dan Israel. Berdasarkan John Kerry, antara Palestina dan Israel tidak akan ada pembicaraan perdamaian, antara Palestina dan Israel tidak akan melakukan pembicaraan yang menyangkut mengenai pembicaraan perdamaian diantara kedua pihak.

Kedua belah pihak memang tidak ingin melakukan genjatan senjata demi tanah suci palestina. John Kerry menyatakan kedua kubu tidak akan melanjutkan perundingan bahkan perdamaian. Komentar tambahan dari John Kerry bahwa Amerika sebenarnya juga mengakui terhadap pentingnya negoisasi kedamaian dikedua pihak. Pada tahap pertama sebaiknya isi negoisasi yang bisa menguntungkan di kedua pihak dan tidak ada yang merasa salah satu telah diuntungkan. Pemerintah AS, sebenarnya juga sedang mengusahakan perdamaian melalui pembicaraan dan perundingan di kedua belah pihak. Secara langsung juga bisa menghindari korban yang berjatuhan.  Korban terbanyak adalah rakyat sipil yang juga kehilangan aktifitas sehari-harinya, rumah, bahkan kehilangan nyawa anggota keluarga yang terbunuh dengan sia-sia. Oleh karena itu perundingan perdamaian juga bisa untuk menghindari dampak peperangan di kedua pihak.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: