Merasa Putus Asa, Nenek Yang Digugat Rp 1 Milyar Oleh Anaknya Meminta Bantuan Mui

Merasa Putus Asa, Nenek Yang Digugat Rp 1 Milyar Oleh Anaknya Meminta Bantuan Mui

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Seorang nenek warga Cipondoh, Tangerang, Banten, Fatimah (90) meminta bantuan kepada Majelis Ulama Indonesia untuk membantu dalam hal mediasi terhadap gugatan sebesar Rp 1 Milyar yang dilayangkan kepadanya. Tragisnya, gugatan tersebut dilakukan oleh anak kandungnya sendiri. fatimah berkeinginan agar Majelis Ulama Indonesia memberikan wejangan-wejangan kepada penggugat guna menyelesaikan permasalahan interen keluarga mereka. Menurut perkataan yang dilontarkan oleh kuasa hukum Fatimah yakni Aris hadi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengirim surat permohonan bantuan kepada Majelis Ulama Indonesia terkait masalah sengketa tanah yang sedang beliau alami.

Kuasa hukum fatimah berharap agar Majelis Ulama Indonesia dapat memberikan pencerahan kepada pihak penggugat terkait isi gugatan yang mereka layangkan. Sebelumnya sudah pernah dilakukan mediasi, namun mediasi tersebut dilaksanakan sebelum sidang pokok perkara dan dinyatakan gagal karena tidak diperoleh kesepakatan antara kedua belah pihak. Mediasi yang ditawarkan adalah dengan menjual tanah tersebut lalu kemudian hasil penjualan tanah tersebut di bagi dua. Lain halnya dengan kuasa hukum sang penggugat M Singarimbun menyatakan telah memberikan kesempatan kepada Fatimah untuk mediasi sebelum perkara diputuskan minggu depan oleh hakim.

Permasalahan ini muncul pertama kali di tahun 1987, ketika itu suami Fatimah yang notabene merupakan ayah dari penggugat membeli tanah seluas 397 meter persegi di daerah Cipondoh, tangerang. Tanah itu dibeli dari Nurhakim selaku suami penggugat dengan harga sepuluh juta rupiah. Fatimah kemudian membangun sebuah rumah di atas tanah tersebut dengan menggunakan uang pribadi sumbangan dari anak-anaknya. Akan tetapi sertifikat rumah belum dibalik nama dan masih atas nama pemilik sebelumnya.

Selama kurun waktu 27 tahun, fatimah beserta suami dan beberapa anaknya tinggal dirumah yang telah mereka bangun tersebut. saat itu juga tidak ada permasalahan yang muncul terkait dengan rumah yang mereka tinggali. Sampai pada akhirnya tahun 2011 lalu, setelah suaminya meninggal dan suami dari salah satu anaknya meninggal muncullah sedikit perselisihan. Nurhana dan suaminya mulai mempermasalahkan mengenai kepemilikan tanah tersebut.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)