Mantan Pedagang Terminal Usaha Tak Menentu Setelah Kiosnya Dibongkar

Mantan Pedagang Terminal Usaha Tak Menentu Setelah Kiosnya Dibongkar

HarianDepok.com – Berita , Hampir dua minggu pasca pembongkaran kios terminal Depok dibongkar oleh Pemkot/ pemerintah kota dalam rangka refitalisasi terminal. Peristiwa ini menyisakan cerita tersendiri bagi para pemilik kios setempat yang tersingkirkan. Salah satu pemilik kios yang telah menggantungkan hidupnya dengan berjualan mie ayam mengaku pasrah dengan kebijakan baru yang pemerintah kota Depok terapkan. Dengan adanya pembongkaran ini otomatis membuat perputaran perekonomian keluarganya juga terhenti sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Bahkan untuk makan sehari-hari, Mastur (41) mengaku menggunakan sisa-sisa dari bahan-bahan dagangannya karena belum tahu harus berbuat apa lagi.

Sadar akan tuntutan hidup yang terus berjalan membuatnya kembali mencari ide untuk membuat dapur keluarganya tetap mengepul. Dengan menggunakan boks besar yang diletakkan di belakang motornya, Mastur mencoba untuk mengais rejeki dengan berjualan minuman hangat (kopi) keliling pada malam hari. Dengan modal sebesar 300 ribu rupiah tidak akan cukup jika digunakan untuk berjualan mie ayam kembali. Modal sekian rasanya hanya cukup digunakan untuk berjualan minuman /berjualan pulsa elektrik.

Sementara itu pedagang pecel ayam Karsono (32) yang dulunya juga berjualan di terminal Depok harus mengubur keinginannya untuk berjualan kembali di terminal. Dirinya mengatakan sebelumnya telah mencoba untuk kembali berdagang di terminal, namun dirinya diusir oleh petugas keamanan yang bersangkutan. Oleh karena itu untuk kembali berjualan dirinya harus mencari lapak baru. Setelah pembongkaran yang dilakukan oleh pemkot Depok, memang usahanya sempat fakum, dengan demikian mau tidak mau dia harus berjuang kembali memulai dari nol untuk bisa terus menghidupi keluarga tercintanya.

Sementara di tempat terpisah, Andri Iswandi selaku ketua persatuan pedagang terminal culinear Depok (PPTCarrDepok) yang membawahi Pedagang kali lima di terminal mengatakan jika mereka ini adalah termasuk ke dalam 75 anggota yang terkena dampak dari pembongkaran terminal yang dilakukan oleh Pemkot setempat. Banyak dari mereka yang sampai saat ini nasibnya belum jelas. Yang bisa dilakukan sementara ini hanyalah bertahan dan menunggu kejelasan.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)