Upaya Penertiban Para Penunggak Pajak Melalui Razia Samsat Cinere

Upaya Penertiban Para Penunggak Pajak Melalui Razia Samsat Cinere

HarianDepok.com – Berita – Beji , Selasa (21/10) lebih dari 20 penunggak pajak mau tidak mau harus berurusan dengan Dinas Pendapatan Daerah atau Dispenda Provinsi Jawa Barat, tepatnya di wilayah Depok II Cinere ketika menggelar razia di sekitar Jalan raya Cinere, Depok. Razia ini digelar oleh Dispenda Wilayah Kota depok sebagai salah satu upaya penertiban terhadap para pemilik kendaraan bermotor yang sengaja tidak membayar pajak sesuai dengan nominal dan waktu yang telah ditentukan. Razia ini dilakukan secara tiba-tiba dengan tujuan untuk menjaring para penunggak pajak kendaraan bermotor sebanyak-banyaknya.

Para penunggak pajak yang telah terjaring untuk selanjutnya diminta membayar secara langsung di tempat kejadian perkara TKP digelarnya Razia tersebut pada layanan bus Samsat keliling yang telah disediakan pihak terkait. Bagi mereka yang tidak bisa membayar secara langsung di TKP, akan diberikan kelonggaran untuk membayar tunggakan pajaknya di lain hari dengan mengisi form surat pernyataan yang berisi tentang kesanggupannya membayar.

Kasubag TU Samsat Cinere, Gunawan mengatakan jika “ razia ini merupakan razia 3 bulan terakhir di tahun 2014 yang digelar dengan bantuan dari personil Satlantas polres Depot serta beberapa anggota Jasa Raharja”. Untuk menertibkan para penunggak pajak ini, mereka kemudian menyita dan menahan Notice pajak yang mereka miliki. Hal ini bertujuan agar para wajib pajak yang sengaja menunggak atau sengaja melalaikan kewajibannya dalam membayar pajak, dengan harapan mereka lebih bertanggung jawab lagi dan lebih taat terhadap kewajiban membayar pajak.

Razia ini sengaja digelar untuk mengurangi  jumlah penunggak pajak yang belum melakukan daftar ulang di Kota Depok dengan target 10 persen. Gumiwan mengatakan jika razia ini akan terus digelar untuk memburu para penunggak pajak. Bahkan kepala cabang Dispenda wilayah depok II/ cinere, Sudrajat Wijaya Kusuma mengungkapkan  bahwa razia akan dilaksanakan selama dua hari penuh dengan target lebih dari 14.000 kasus pelanggaran. Alasan yang sering mereka gunakan adalah kendaraannya ditarik leasing dan beberapa kasus memang murni karena kelalaian.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: