Penjualan Properti di Jabodetabek Kian Merosot

Penjualan Property di Jabodetabek Kian Merosot

HarianDepok.com – Properti , Sebuah penelitian yang dilakukan oleh konsultan properti Cushman Wakefield menunjukkan bahwa, pada semester pertama 2014, penjualan rumah di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi kian merosot. Cushman Wakefield mencatat bahwa penjualan rumah rata-rata pada semester pertama hanya mencapai 100 unit per bulan, turun sebesar 11 persen dari semester sebelumnya.

Penurunan ini disebabkan oleh aturan baru yang dikeluarkan pada pembayaran minimum, yang didirikan pada 30 persen dari harga rumah.

“Juga karena dampak dari suku bunga KPR naik,” ucap kepala Cushman and Wakefield Arief kepala peneliti Raharjo kemarin.

Sementara itu, Independen konsultan properti global Knight Frank Asia-Pasifik memperkirakan Indonesia masih akan mengalami masalah makro-ekonomi yang akan mempengaruhi investasi properti, terutama di Jakarta.

Hasan Pamudji, Direktur Knight Frank Indonesia untuk penelitian dan konsultasi, mengatakan bahwa perlambatan ekonomi, suku bunga tinggi, dan depresiasi rupiah terhadap dolar AS tidak baik untuk industri properti.

“Masalah politik juga menciptakan instabilitas dalam kondisi makro-ekonomi Indonesia, yang secara tidak langsung menurunkan kinerja penjualan,” kata Arief.

Arif menambahkan bahwa penegakan hukum di Indonesia belum mampu memberikan kepastian bagi investor dalam investasi properti perkotaan, menunjukkan bagaimana tidak ada jaminan mengenai status hukum tanah di negeri ini.

Namun, Hasan menilai bahwa masalah ini tidak akan secara drastis mempengaruhi iklim investasi di bisnis properti Jakarta. Ia percaya bahwa sektor properti masih bisa tumbuh, asalkan ada perbaikan di sektor infrastruktur.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)