Properti Tak Stabil, Kelas Menengah Wait and See

Property Tak Stabil, Kelas Menengah Wait and See

HarianDepok.com – Properti , Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) telah mencatat, bahwa sepanjang semester pertama di tahun 2014 terdapat perlambatan bisnis properti di Indonesia. Penyebabnya adalah Pemilu dan aturan batas uang muka dalam memulai kredit perumahan yang telah keluar tahun lalu.

“Ini telah memaksa para kelas menengah mengambil tindakan wait and see,” ujar Ketua DPD REI Jakarta, Amran Nukman.

Dia pun mengakui, dua faktor tersebut telah memperlambat laju dari pertumbuhan properti. Namun ia yakin, dengan stabilitas ekonomi makro yang telah didukung kebijakan moneter, fiskal dan sektor riil bakal menjadi daya kejut pertumbuhan ekonomi.

“Prospek dari perbaikan ini bakal didorong oleh industri properti,” katanya.

Dirinya juga optimis, sektor properti akan tetap cerah pada tahun depan. Sikap dari para kelas menengah dalam menahan diri untuk melakukan pembelian akan berakhir setelah pemerintah diisi oleh kabinet baru, kebijakan BBM serta stabilitas suku bunga.

Amran pun memberi arahan, penjualan properti di Jakarta dan sekitarnya, akan lebih terdorong proyek pembangunan MRT, jalan tol lingkar luar serta pengoperasian Busway dengan rute baru, Ciledug-Blok M.

“Ini memberikan dampak positif. Perlambatan sekarang ini bukan berarti stagnan, namun masih tetap tumbuh,” katanya.

Kondisi tersebut, juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi  di Jakarta yang berkisar 6 hingga 6,4 persen. Juga masih kuatnya daya beli kalangan menengah yang menjadi faktor utama cerahnya dari bisnis properti.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: