Ekonom : Kekhawatiran Politik Penyebab Rupiah Melemah

Ekonom, Kekhawatiran Politik Penyebab Rupiah Melemah

HarianDepok.com – Bisnis ,  Masalah politik telah memberi kontribusi pada pelemahan nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dolar AS, menurut ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono.

Mata uang diperdagangkan di Rp12,223 per dolar AS melalui transaksi antar bank di Jakarta, Jumat sore, setelah melemah sebesar 37 poin dari Rp 12,186.

Tony Prasetiantono mengatakan bahwa ia percaya situasi politik tanah air memiliki kontribusi terhadap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap greenback.

“Para pelaku pasar masih menganggap situasi politik Indonesias sentimen negatif, meskipun fundamental ekonomi kita relatif baik,” katanya.

Fundamental ekonomi Indonesia tetap “baik” dengan tingkat inflasi sekitar 4,53 persen, total cadangan 112 miliar dollar AS dan diharapkan pertumbuhan ekonomi dari 5,2 persen, katanya.

Sentimen global, seperti kebijakan Federal Reserve AS, tidak memberikan kontribusi pada pelemahan nilai tukar rupiah.

Nilai tukar rupiah diperkirakan akan merasakan dampak positif setelah pemerintah baru dilantik, mirip dengan pengalaman Indias ketika perdana menteri terpilih baru, jelasnya.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya untuk memperluas bank domestik di luar negeri.

OJK juga telah bekerja dengan beberapa negara di luar Asia Tenggara dan bahkan telah menandatangani Memorandum of Understanding dengan beberapa negara-negara.

“Di luar negara-negara ASEAN, kami telah bekerja sama dengan Jepang dan China. Dengan Cina, kerjasama ini pada pra-MOU tahap. Dengan Jepang, kita telah menandatangani MoU meskipun masih di lingkup kerjasama teknis,” kata Direktur International OJK di Bank Indonesia.

Menurut Triyono, perjanjian yang telah dibuat dengan Jepang tidak hanya mencakup teknis tetapi juga pengembangan kapasitas dan pertukaran informasi.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: