Rumahnya Digusur, Warga Depok ‘Bachrudin’ Minta Ganti Rugi Rp. 50 Miliar

Rumahnya Digusur, Warga Depok 'Bachrudin' Minta Ganti Rugi Rp. 50 Miliar

HarianDepok.com – Berita , Pasangan suami dan istri, Muslim Bachrudin (46 tahun) dan Hawari (46 tahun), berharap ada kompensasi untuk tanah dan bangunan rumah mereka di terminal Depok, yang telah digusur oleh Pemkot Depok, Rabu (8/10) lalu.

Tanah milik suami dan istri ini memliliki luas 2.385 meter persegi.

“Kami membeli tanah ini dan pemiliknya yang sah. Lahan kami pun berbeda dengan warung dan kios-kios yang disewakan oleh pihak terminal,” kata Muslim di Terminal Depok, Jumat (10/10).

Menurut Muslim, tanahnya adalah atas nama ibunya, Maspiah, surat kepemilikan berupa girik C.

“Kami tinggal pertama ditemapt ini, sebelum Terminal Depok itu ada,” kata ayah dari tiga anak.

Ia mengatakan, lahan seluas 2,385 meter persegi tersebtu, telah dibeli oleh ibunya pada tahun 1962. Bahkan kata Muslim, sejak 1986, ia secara teratur membayar PBB atas tanah.

“Terakhir kali saya bayar PBB tahun 2012, Rp 18 juta, ketika pajaknya naik,” katanya.

Muslim menjelaskan, sesuai dengan pembayaran terakhir PBB pada tahun 2012, nilai NJOP-nya adalah sekitar Rp 3,1 juta per meter persegi.

“Sekarang harga pasaran lahan di pinggir jalan Margonda telah mencapai Rp 20 juta per meter persegi,” kata Muslim.

Jadi, jika merunut harga pasaran tanah, harga lahan Muslim 2,385 meter persegi, dan bisa mencapai Rp 50 miliar.

“Jika sesuai dengan harga tanah sekarang, kita minta kompensasi Rp, 50 miliar pada Pemerintah Kota Depok,” Kata Muslim.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok