Laba Menurun, PT Gudang Garam Pecat 2.000 Karyawannya

Laba Menurun, PT Gudang Garam Pecat 2.000 Pekerjanya

HarianDepok.com – Bisnis , PT Gudang Garam Tbk memutuskan untuk memberhentikan lebih dari 2.000 karyawan dengan skema pensiun dini. Perusahaan terpaksa mengurangi jumlah pekerjanya karena efisiensi keuangan berikut peraturan pemerintah yang ketat tentang merokok.

Juru bicara Gudang Garam Iwhan Tricahyono mengatakan program pensiun yang ditujukan khusus untuk para karyawan dari linting tangan rokok kretek perusahaan, yang divisi dianggap tenaga kerja paling intensif dan mahal.

“PHK ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan buruk,” kata Ihwan di Kediri, kemarin.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ihwan mengatakan, penjualan rokok Gudang Garam turun secara signifikan setelah pemerintah mengeluarkan aturan yang kurang menguntungkan bagi industri rokok nasional. Pembatasan iklan, terutama untuk televisi, dan mandat untuk memasukkan gambar peringatan grafis di bungkus rokok yang disebut-sebut sebagai penyebab utama penurunan penjualan.

Sebelumnya, kepala kebijakan fiskal Kementerian Keuangan Hadiyanto Andin mengatakan pemerintah sedang menyelesaikan rencana kenaikan cukai rokok sebesar 10 persen. Rencananya, menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, adalah sesuatu yang layak dilakukan.

“Konsumsi rokok harus dikurangi. Aku bisa melihat bagaimana cukai dapat mengontrol konsumsi,” katanya di Jakarta kemarin.

Pada basis tahun ke tahun, penerimaan negara dari bea dan cukai mencapai Rp 108.45 triliun, dengan tembakau dan cukai rokok menyumbang sebagian besar dengan Rp 103.53 triliun.

Tahun ini pemerintah menargetkan tutup buku Rp 170.2 triliun dari penerimaan cukai tembakau, dengan 353 miliar rokok yang diproduksi. Dalam APBN 2015, target cukai dipatok pada Rp 127.5 triliun, dimana Rp 120.55 triliun diharapkan datang dari tembakau.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)