Pedagang di Terminal Depok Anggap Kepala Satpol PP Nina “Racun”

Pedagang di Terminal Depok Anggap Nina “Racun”

HarianDepok.com – Berita , Sejumlah pedagang dan penghuni kios berpendapat bahwa pembongkaran yang dilakukan Pemkot Depok terkesan arogan. Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi dan kurangnya kejelasan mengenai kompensasi untuk tindakan tersebut.

“Kepala Satpol PP, Nina Suzana telah ingkar janji. Kita para pedagang tidak dapat ganti rugi, tidak ada pertemuan atau koordinasi apalagi relokasi. Saya punya rekaman radio Nina bersama dengan PT Andika Nina yang mengatakan akan melakukan koordinasi terlebih dahulu sebelum melakukan pembongkaran, namun pada kenyataannya, itu omong kosong,” sesal Rauf, salah seorang pedagang Nasi Soto Betawi, di lokasi pembongkaran, Rabu (8/10).

Bahkan, lanjut Rauf, Nina sebagai pemimpin penertiban telah mengatakan bahwa penggusuran akan dilakukan secara bertahap.

“Ia juga bilang penggusurannya dilakukan secara bertahap tetapi nyatanya biadab, kata-katanya semua racun,” keluh Rauf.

Sementara itu, Kasat Pol PP, Nina Suzana, berpendapat justru para pedagang yang menolak direlokasi.

“Pemkot tak memiliki kewajiban untuk mengganti kerugian, kami hanya menawarkan tapi pedagang menolak untuk pindah,” kata Nina.

Pembongkaran dilakukan karena Pemkot Depok bersama PT Andika Investa sebagai pemenang tender akan membangun Terminal Terpadu dilahan dengan luas 2,6 hektar tersebut.

Terminal yang terletak di nadi kota Depok, jalan Margonda disajikan sebagai terminal yang paling modern se Asia Tenggara, karena akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan modern, hotel dan apartemen yang bisa disewa.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok