Lifting Minyak Diproyeksikan Turun Pada Tahun 2020

Lifting Minyak Diproyeksikan Turun Pada Tahun 2020

HarianDepok.com – Bisnis , Deputi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Susilo Siswoutomo memproyeksikan bahwa angka lifting minyak akan menurun setiap tahun karena kegiatan eksplorasi dan penemuan kurang.

“Dalam lima atau enam tahun, angka lifting minyak akan berada di 600.000 barel per hari. Itu termasuk minyak produksi di Cepu,” katanya pada Rabu, (8/10), di sela-sela peluncuruan fasilitas produksi Lapangan Banyu Urip di Bojonegoro, Jawa Timur.

Menurut Susilo, tidak akan ada penambahan substansial produksi minyak dalam 2-4 tahun ke depan, kecuali dari blok lapangan Ande-ande Lumut di Natuna Barat dan dari lapangan Kedung Keris di Blok Cepu.

“Blok Ande-Ande Lumut dapat menghasilkan 25.000 barel per hari dan blok Kedung Keris dapat menghasilkan 20.000 barel per hari. Tapi produktivitas bidang lainnya menurun karena mereka adalah blok yang sudah tua,” katanya.

Susilo menjelaskan bahwa kunci untuk mempertahankan produksi minyak adalah untuk meningkatkan intensitas eksplorasi, serta perbaikan prosedur izin.

“Prosedur izin harus dibuat lebih mudah. Bagaimana bisa masuk akal jika itu membutuhkan dua tahun untuk mendapatkan izin untuk pekerjaan pengeboran tiga bulan, ini harus realistis,” kata Susilo.

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral memproyeksikan permintaan minyak di Indonesia akan mencapai 2,2 juta barel per hari pada tahun 2020.

“Tahun 2020 konsumsi minya di Indonesia akan mencapau 2,2 juta barel perhari,” tutupnya.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: