Penertiban Kios di Depok Ternyata Sudah Tertunda 3 Tahun

Penertiban Kios di Depok Ternyata Sudah Tertunda 3 Tahun

HarianDepok.com – Berita , Nina Suzana selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok mengatakan penertiban kios di terminal Depok telah sesuai dengan standar operasi serta prosedur (SOP) yang berlaku.

Nina menolak untuk mengatakan bahwa ia melakukannya dengan pembongkaran sewanang-wenang.

“Pembongkaran telah tertunda selama tiga tahun karena penolakan. Sekarang sudah jelas.” Kata Nina saat ditemui di lokasi pembongkaran, Rabu (8/10).

Menurut Nina, pedagang harus mencari ganti rugi PT Andika Invest sebagai pemenang tender untuk pembangunan terminal. Namun, Nina, pembongkaran bangunan tidak harus menunggu untuk pemulihan ganti rugi secara penuh.

“Kita tidak bisa menunda pembongkaran. Komunikasi dengan para pedagang juga masih jalan terus.” Sambungnya.

Nina mengatakan pembongkaran akan dilakukan sehari sampai semua kios-kios rata dengan tanah. Menurut dia, ada penambahan jumlah kios 150 kios untuk 120 dari jumlah awal. Adapun jumlah PKL tetap 180. Semua bangunan tersebut akan dirobohkan dalam sehari.

Kepala Kepolisian Depok, Komisaris Ahmed Subarkah mengatakan pembongkaran beroperasi secara normal. Pedagang wanita yang menolak pembongkaran, kata Ahmad, telah ditangani Polwan. Dalam proses penertiban ini, ada 1.536 personil gabungan yang terlibat.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Depok akan menghapuskan ratusan kios dan warung PKL di terminal Kota Depok. Terminal di Jalan Raya Margonda akan direvitalisasi daerah dengan pusat grosir, apartemen, dan hotel yang terintegrasi. Selain itu, terminal akan terintegrasi dengan Stasiun Depok Baru.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)