Aceh Galakkan Hukum Syariat Islam

Aceh Galakkan Hukum Syariat Islam

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Setidaknya empat orang menerima hukuman lima cambukan di halaman depan masjid Al-Makmur, Lampriet, Banda Aceh. Empat orang, dengan inisial MRI (33), RJ (39), MA (43) dan Her (34), yang terbukti melanggar Qanun (hukum pidana Islam) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Maisir (Judi). Hukuman itu disaksikan ribuan warga, termasuk anak-anak. Keempat orang itu ditangkap pada bulan Agustus 2014 di wilayah Lampriet, Aceh.

Selama sidang di Banda Aceh Dewan Syariah, mereka dihukum dengan tujuh cambukan; Namun, karena mereka telah ditahan selama dua bulan, dikurangi menjadi lima kali cambuk.

Syamsul Bahri dari Banda Aceh Ulama Majelis Permusyawaratan mengatakan bahwa hukuman tersebut adalah momentum untuk meningkatkan kesadaran dalam menegakkan hukum Islam. Dia juga meminta masyarakat untuk tidak menghina mereka yang menerima hukuman.

“Hukuman bukan untuk dihina, tetapi memberi mereka kesempatan untuk bertobat,” katanya dalam sambutannya.

Sementara itu, Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengatakan bahwa pemerintah daerah serius dalam menegakkan hukum syariah dan memberlakukan hukuman cambuk.

“Semangat adalah untuk mengurangi jumlah pelanggaran terhadap hukum-hukum Islam,” katanya.

Sebagai catatan, dua pekan lalu, delapan penjudi juga menerima cambukan di Kampung Ateuk masjid, Banda Aceh untuk kasus yang sama. Sementara itu, pada tanggal 30 September 2014, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengesahkan Qanun Jinayat (Perda Pidana Islam) sebagai implementasi yang lebih luas dari hukum syariah bagi mereka yang melanggar hukum syariah di Aceh.

[MuhammadKhotib/HD]

Rate this article!
Tags: