Stress Sering Terjadi Pada Orang Dengan Obesitas

Stress Sering Terjadi Pada Orang Dengan Obesitas

HarianDepok.com – Kesehatan , Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa stres emosional kronis meminta reaksi biokimia kuat dan spesifik pada orang yang kelebihan berat badan dan obesitas. Hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Epidemi obesitas menyebar, sebagian besar karena peningkatan asupan makanan dan aktivitas fisik berkurang. Hubungan antara stres dan obesitas adalah memperkuat diri. Stres membuat orang makan tidak tepat, yang menghasilkan penambahan berat badan. Ini disebut makan stres atau emotional eating.

Penelitian menunjukkan bahwa dalam situasi stres, orang gemuk yang ditampilkan meningkat kadar interleukin-6. Interleukin-6 adalah protein dalam air liur yang meningkatkan peradangan dalam tubuh. Kenaikan interleukin-6 tidak terlihat pada orang rata-rata berat badan. Efek fisik berulang stres lebih parah pada orang gemuk. Mereka juga pulih dari stres lebih secara bertahap.

Peradangan yang disebabkan oleh eskalasi interleukin-6 telah dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit hati, dan kanker. Orang gemuk sudah berisiko untuk kondisi ini, tetapi peningkatan interleukin-6 memperburuk risiko-risiko ini.

Penelitian juga menunjukkan bahwa stres berulang menyebabkan tubuh untuk mengeluarkan kortisol, hormon stres. Kortisol sangat penting untuk mengontrol penyimpanan lemak dan penggunaan energi. Ini meningkatkan nafsu makan dan menghasilkan gula dan lemak.

Semakin banyak lemak tubuh seseorang, semakin besar reaksi biokimia interleukin-6, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap peradangan.

Ketika kita cemas tubuh kita mengolah makanan yang berbeda. Situasi stres menyebabkan tubuh kita untuk melepaskan neuropeptide Y, yang bertindak sebagai neurotransmitter di otak. Ini mendorong akumulasi lemak dalam tubuh. Peningkatan konsumsi makanan manis dan berlemak juga mendorong sekresi neuropeptide Y.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok