Kurikulum 2013 Menuntut Guru Jadi Peramal Masa Depan

 Guru Jasamu Tiada Tara

HarianDepok.com – Surat Pembaca , Membahas kurikulum 2013 memang masih sangat menarik bagi kalangan guru, akademisi, pakar pendidikan, pemerhati pendidikan maupun sebagain masyarakat. Fenomena tersebut sangatlah lumrah dan wajar. Guna menjamin keterlaksanaan implementasi kurikulum 2013, pemerintah melakukan pelatiahan bagi guru, kepala sekolaha dan juga semua pengawas. Sehingga yang ang terjadi semakin hari semakin kecil jumlah yang kontra terhadap kurikulum 2013. Pemerintah berusaha keras agar kurikulum 2013 berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga diharapkan pada tahun ajaran 2014/2015 semua sekolah sudah menerapakan kurikulum terbaru karena semua guru sudah menerima diklat kurikulum 2013.

Ada ungkapan bahwa semua itu akan berubah kecuali perubahan itu sendiri. Perubahan adalah keniscayaan sehingga kita tidak bisa menghindarinya. Penerimaan kurikulum 2013 di dalam pranata pendidikan lambat laun sudah terjadi dan sudah mulai diterapakan. Lalu bagaimana cara menyikapinya, khususnya bagi seorang pendidik terhadap kurikulum 2013 tersebut.

Menelisik lebih jauh, Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara,dan peradaban dunia (Permendikbud No 68 th 2013).

Kata “mempersiapkan manusia Indonesia” di atas sangat menarik jika kita menghayatinya. Pendidikan hendaknya mengarahkan segala sesuatu guna mempersiapkan generasi penerus sesuai dengan zamannya dan memperkirakan tipe masalah yang harus dihadapi oleh peserta didik dimasa yang akan dating. Pendidikan mempunyai tugas untuk melakukan perubahan social dan tranformasi menuju dunia yang membawa kesejahteraan manusia yang tinggal di dalamnya. Dari penjelasan diatas maka peran seorang guru harus pandai dalam memprediksi gejala-gejala yang akan timbul dimasa depan nanti, materi-materi dari bahan pembelajaran dapat dikaitkan dengan problema tersebut.

Sering dalam proses belajar mengajar, kita (guru) lebih pada membahas masa lalu dan masa sekarang. Penajaman tetang masa depan masih kurang. Kita harus menyadari bahwa tantangan masa depan peserta didik kita sangat berat. Kita dihadapkan pada masyarakat yang modern dan globalisasi. Tantangan eksternal adalah salah satunya Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization(WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation(APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Guru perlu menerjemahkan tantangan masa depan ini dalam proses belajar mengajar. Peserta didik perlu dirangsang agar tahu bagaimana masa depan yang akan meraka hadapi sehingga peserta didik sadar bertapa berat persaingan hidup masa depan. Penyadaran akan pentingnya persiapan masa depan diharapkan memicu peserta didik untuk lebih giat belajar sehingga semakin mengasah pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap peserta didik

Kita harus menginsafi bahwa dunia ini adalah perjalanan. Pendidikan adalah bekal yang harus dimiliki masing-masing individu. Maka hal yang benar jika dalam proses belajar guru memberikan arahan akan jalan yang ditempuh. Arah-arahan untuk masa depan ini harus guru berikan. Untuk mempersiapkan anak menghadapi masa depan, guru dipandang perlu memiliki kemampuan untuk mempredeksi kejadian-kejadian akan datang. Kemampuan guru mempredeksi masa depan inilah yang penulis anggap bahwa guru adalah peramal masa depan akademisi.

Erik Kurniawan S.Sos - Guru SMPN 17 Depok

Tentang Penulis               :

Nama                                 : Erik Kurniawan, S.Sos

Pekerjaan          : Guru PNS di SMPN 17 Depok

Sekarang sedang melanjutkan studi S2 Pendidikan IPS-UPI Bandung

 

 

 

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)