Setelah Hapus Pilkada Langsung, Koalisi Merah Putih Ingin Presiden Dipilih MPR

Setelah Hapus Pilkada Langsung, Koalisi Merah Putih Ingin Presiden Dipilih MPR

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Setelah menghapus pilkada langsung, Koalisi Merah Putih datang dengan wacana lain untuk kembali memulai pemilihan presiden dengan Dewan Rakyat (MPR). Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Herman Kadir mengatakan bahwa pemilihan presiden telah terkoyak di masyarakat.

“Jika pemilihan presiden langsung hanya menyebabkan kegemparan di masyarakat, saya pikir itu harus dicabut,” kata Herman.

Herman juga mengatakan bahwa terutama pemilihan langsung adalah “produk” dari Barat. Dia percaya bahwa demokrasi di Indonesia diberikan kepada parlemen.

“Jika perlu, pemilihan presiden dilakukan oleh MPR,” katanya.

Hayono Isman dari Fraksi Demokrat mengatakan bahwa pemilihan kembali melalui MPR adalah masuk akal.

“Jika koalisi Merah Putih telah memerintah DPRD dan Kepala Daerah, MPR kemungkinan akan berkuasa. Oleh karena itu, membuat perubahan tidak dengan keringat,” kata Hayono.

Selain itu, pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Ikrar Nusa Bakti menegaskan pernyataan Hayono, yang mengatakan bahwa para pendukung Prabowo dan Demokrat di MPR sekitar 352, lebih dari setengah dari total kursi.

“Adalah masuk akal bahwa MPR akan mengubah mekanisme pemilihan presiden karena Prabowo tahu bahwa dengan pemilihan dengan pemilihan langsung, tidak mungkin baginya untuk dipilih,” kata Ikrar.

Sementara itu Presiden terpilih Joko Widodo mengatakan bahwa dominasi Koalisi Merah Putih di parlemen bukanlah masalah besar dalam pemerintahannya nanti. Dia memandang Koalisi Merah Putih sebagai lebih dari sebuah tantangan.

“Dalam politik, kita sering memiliki kerikil dan batu menghalangi jalan kami,” ucapnya.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: