Kekhawatiran Wakil Walikota Depok Soal RUU Pilkada

Kekhawatiran Wakil Walikota Depok Soal RUU Pilkada

HarianDepok.com – Berita , Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Somad mengatakan bahwa keputusan pemilu daerah sevara tidak langsung berpotensi memunculkan tirani baru di antara anggota dewan. Meskipun, ia mengakui DPR adalah wakil dari orang-orang yang bercita-cita untuk membawa aspirasi rakyat sesuai keinginan rakyat.

“Saat mereka melakukan pemilihan sudah bisa dipastikan akan ada perhitungan secara subjektif. Mereka juga memiliki hati, dan mengikuti arah partai politik yang mereka ikuti. Ya inilah yang dikhawatirkan saat dipilih sama DPRD, pasti akan muncul tirani baru,” kata Idris, pada hari Sabtu, (27/9)

Selain itu Idris melihat, DPRD saat ini telah memiliki banyak kekuasaan dan otoritas. Oleh karena itu, apa yang khawatirkan bisa saja terjadi.

“Saya bukan partai, hak partai untuk menentukan siapa orang yang diusulkan,” katanya.

Idris menambahkan bahwa masalah dalam system baru tersebut adalah masyarakat tak bisa lagi memili memilih pemimpin mereka secara langsung. Jadi, mereka hanya pengamat pada pergantian pemimpin di wilayahnya.

“Yang repot adalah jika mereka mencalonkan orang yang tak kenal pada masyarakatnya. Misalnya, si calon ketika sudah jadi dia Cuma berfikir untuk DPRD saja, bukan masyarakatnya. Ini yang saya khawatirkan, semoga wakil rakyat ini punya hati nuranilah,” katanya.

Seperti diketahui, sidang paripurna DPR sudah mengesahkan RUU Pilkada. Dengan UU tersebut, rakyat tak bisa lagi memilih pemimpinnya secara langsung karena system pilkada dilakukan melalui DPRD.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)