STN Ingin Kepala Dinas Pertanian Depok Dicopot Jabatannya

STN Ingin Kepala Dinas Pertanian Depok Dicopot Jabatannya

HarianDepok.com – Berita , Pesatnya pertumbuhan pembangunan di Depok bardampak pada terlahapnya lahan pertanian yang menyebabkan petani menjerit. Padahal, di bawah komanda Nur Mahmudi Ismail, Kota Depok menetapkan ikon kota belimbing, dan selalu menyatakan program unggulan yaitu “Sehari tanpa nasi”, dengan perubahan menu sebagai pengganti nasi, seperti jagung, ubi kayu dan umbi-umbian.

Jika melihat pada slogan dan program itu, harusnya keberadaan lahan pertanian di Depok, tidak menurun. Namun, ironisnya, pemerintah kota (Pemkot) Depok memperkirakan secara akurat bahkan tampaknya mengabaikan salah satu program pertanian Provinsi Jawa Barat, menyebabkan puluhan aksi massa dari Serikat Tani Nasional tumpah di Balaikota.

“Pemerintah Kota tidak mampu merealisasikan program 3.000 petani di Depok, yang merupakan salah satu program dari provinsi. Harusnya ini bisa terwujud,” kata salah seorang koordinator demonstrasi STN, Supardi di Balai Kota.

“Dalam hal ini, kami menuntut agar kepala Dinas Pertanian Depok dihapus dari jabatanya karena ia gagal untuk memperjuangkan kehidupan petani, dan dalam peningkatan produktivitas pertanian lahan di Depok,” sambungnya.

Kian maraknya bisnis perumahan, pembangunan gedung pencakar langit, seperti dan pusat bisnis perdagangan jasa, semakin menekankan hilangnya lahan yang berfungsi sebagai resapan air. Data resmi Asosiasi Petani Depok (PPD) mencatat, 3500 hektar lahan pertanian yang pernah ada, sekarang hanya 1.185 hektar saja.

“Pengurangan lahan pertanian di lima Kecamatan di Depok, karena peregangan program yang mendorong pembangunan pemerintah kota Depok,” kata Ketua Paguyuban Petani Depok, Ramli Rahman.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: