Pemkot Depok Beri Batasan Izin Mendirikan Bangunan

Pemkot Depok Beri Batasan Izin Mendirikan Bangunan

HarianDepok.com – Berita , Pemerintah Kota Depok mengeluarkan kebijakan yang membatasi lisensi pengembang perumahan. Hal ini dilakukan karena kota tidak lagi memiliki bahkan kekurangan ruang terbuka hijau (RTH).

Kepala Departemen Perencanaan dan Peraturan (Distarkim) Kota Depok Parwanti Kania mengatakan pengembang diizinkan untuk membangun rumah kurang dari 120 meter persegi.

“Untuk pengembang yang ingin membangun rumah dalam 120 meter persegi, harga ditetapkan maksimal sebesar Rp120 juta,” kata Kania, Selasa (23/9).

Kania mengatakan bahwa dengan adanya pembatasan lisensi, maka pengembang tidak akan membangun sebuah rumah kecil yang akan melahap lahan hijau.

Jika pengembang ingin membangun perumahan kecil untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari pemerintah kota telah menetapkan harga maksimal Rp. 120 juta.

“Bagi mereka (MBR) yang ingin membeli rumah, pemerintah kota Depok telah bekerja sama dengan Kementerian Perumahan untuk pembangunan perumahan murah,” katanya.

Kania menambahkan Pemkot Depok sudah memiliki Rent Apartments sederhana (Rusunawa) di Cilangkap. Di Rusunawa tersebut terdapat tiga bangunan gedung siap huni.

“Bangunan gedung satu sudah terisi. Tinggal dua bangunan yang kini sedang kami diperbaiki,” katanya.

Sebenarnya jika melihat secara keseluruhan, Depok tak hanya kekurangan lahan terbuka hijau saja, tapi juga fasilitas umum dan fasilitas social yang kian hari kian tergerus oleh maraknya pembangunan gedung-gedung tinggit tanpa memperdulikan ekosistem alam di Depok. Ini tentu saja membuat sebagian warga Depok geram.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: