Kenaikan Tarif Daya Listrik Memberatkan Rakyat

HarianDepok.com | Nasional , Kebijakan pemerintah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) per 1 Januari 2013 mendapat tanggapan banyak pihak, diantaranya Fadli Zon, Politikus Partai Gerindra. Melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemerintah menaikkan TDL secara bertahap hingga 15% pada pelanggan rumah tangga di atas 900VA dan sektor industri. Ini akan memberatkan rakyat. “Beban ekonomi masyarakat makin berat, ungkapnya di Jakarta, Jum’at (3/1/2013).

“Jika tujuannya untuk menekan angka subsidi listrik, kebijakan ini sulit diterima. Efek domino dari kebijakan ini banyak sekali, misalnya harga kebutuhan barang rumah tangga naik.’ Tambahnya.

Sementara itu, pihak industri pasti akan meningkatkan harga jual karena biaya produksinya meningkat. ”Jika pasar tidak bisa menerima produk dengan harga tinggi, akibatnya banyak pekerja yang dirumahkan, sebagai langkah efisiensi,” katanya. Pemerintah tidak bisa meningkatkan pendapatan negara. ”Efek dominonya juga akan memicu tingginya inflasi,” katanya.

Kementerian ESDM dan Perusahaan Listrik Negara memulai efisiensi. Berdasarkan data BPK pada 2012, inefisiensi PLN mencapai Rp867 miliar dan Rp37,6 triliun pada 2011. “Belum lagi kontrol PLN terhadap pencurian listrik yang bisa merugikan lebih dari Rp15 miliar, belum ditambah dengan potensi kerugian akibat korupsi di tubuh PLN sendiri,” ungkapnya.

Kementrian ESDM juga harus melakukan evaluasi karena hanya menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanjja Negara Perubahan (APBNP) 2012 sebesar 10 persen, yaitu Rp1,752 triliun dari 16.286 triliun.

(antara/dn)

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)